Beranda NEWS Peserta SPPI Asal Padangsidimpuan Meninggal Saat Jalani Latsarmil di Jakarta
NEWS

Peserta SPPI Asal Padangsidimpuan Meninggal Saat Jalani Latsarmil di Jakarta

Peserta SPPI Asal Padangsidimpuan Meninggal Saat Jalani Latsarmil di Jakarta.
Peserta SPPI Asal Padangsidimpuan Meninggal Saat Jalani Latsarmil di Jakarta.
Bagikan

Jakarta – Seorang peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) asal Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara, dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) di Jakarta. Kabar duka tersebut mengejutkan keluarga karena korban diketahui berangkat dalam kondisi sehat dan masih sempat berkomunikasi dengan keluarganya beberapa hari sebelum meninggal.

Korban diketahui bernama Novia Ramadhan Sihotang (25), warga Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Wek V, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan. Ia merupakan salah satu peserta pelatihan yang dipersiapkan untuk mendukung Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dalam pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Berangkat ke Jakarta untuk Mengikuti Pelatihan

Ayah korban, Syawaluddin Sihotang, mengungkapkan bahwa putrinya berangkat menuju Jakarta pada 13 Juni 2026. Selama sekitar satu bulan, Novia dijadwalkan mengikuti pendidikan dan pelatihan di Pusat Bahasa Kodiklat TNI Angkatan Udara (Kodiklatau) sebagai bagian dari tahapan program SPPI.

Menurut Syawaluddin, keikutsertaan Novia dalam program tersebut menjadi kebanggaan keluarga. Sebagai anak kelima dari enam bersaudara, Novia dikenal memiliki semangat untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat melalui program pemerintah.

Namun harapan tersebut berubah menjadi duka setelah keluarga menerima kabar bahwa Novia meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 2026.

“Pada Selasa sore kami mendapat kabar bahwa anak kami telah meninggal dunia,” ujar Syawaluddin saat ditemui di kediamannya.

Masih Sempat Menghubungi Keluarga

Keluarga mengaku tidak melihat adanya tanda-tanda yang mengkhawatirkan sebelum kabar duka tersebut datang. Beberapa hari sebelumnya, Novia bahkan masih sempat menghubungi keluarganya melalui sambungan telepon.

Komunikasi terakhir itu membuat keluarga semakin terpukul karena tidak pernah membayangkan akan kehilangan Novia dalam waktu yang begitu singkat.

“Kami sangat terkejut karena sebelumnya dia masih sempat berbicara dengan keluarga. Kami sama sekali tidak menyangka akan menerima kabar seperti ini,” kata Syawaluddin.

Rumah Duka Dipenuhi Pelayat

Setelah informasi meninggalnya Novia menyebar, rumah keluarga di Jalan Sisingamangaraja mulai didatangi kerabat, tetangga, dan warga yang datang untuk menyampaikan belasungkawa.

Suasana duka semakin terasa dengan terpasangnya sejumlah papan bunga ucapan belasungkawa di sekitar rumah. Salah satunya berasal dari BPSDM HAN Pertahanan RI sebagai bentuk penghormatan kepada almarhumah.

Jenazah Novia dijadwalkan tiba di Padangsidimpuan pada Rabu sore setelah diberangkatkan dari Jakarta menuju Medan sebelum melanjutkan perjalanan darat ke kampung halamannya.

Program SPPI Siapkan SDM untuk Koperasi Merah Putih

Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta Koperasi Nelayan Merah Putih di berbagai daerah.

Sebelum diterjunkan ke lapangan, para peserta diwajibkan mengikuti sejumlah tahapan pembekalan, termasuk Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil), guna membentuk kedisiplinan, kepemimpinan, serta kesiapan dalam menjalankan tugas pembangunan di tengah masyarakat.

Penyebab Meninggal Masih Menunggu Penjelasan Resmi

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Novia Ramadhan Sihotang selama mengikuti pelatihan di Jakarta.

Pihak keluarga masih menunggu penjelasan dari penyelenggara terkait kronologi kejadian maupun hasil pemeriksaan yang dapat menjelaskan penyebab pasti meninggalnya peserta asal Padangsidimpuan tersebut.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik sekaligus memunculkan harapan agar penyelenggara memberikan informasi secara terbuka kepada keluarga serta melakukan evaluasi apabila ditemukan hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan pelatihan.

Bagikan
Berita Terkait

Ginka Febriyanti Ginting Jadi Komisaris Pertamina Retail di Usia 27 Tahun, Picu Perdebatan Publik

Jakarta – Nama Ginka Febriyanti Ginting tengah menjadi sorotan publik setelah resmi...

Viral! Jeka Saragih Turun Tangan Perbaiki Jalan Rusak di Simalungun, Ini Respons Bobby Nasution

Jakarta – Aksi petarung MMA kebanggaan Indonesia asal Kabupaten Simalungun, Jeka Saragih, mencuri...

Panas! HKBP Klaim RSUD Tarutung, Pemkab Taput Persilakan Tempuh Jalur Hukum

Jakarta – Polemik kepemilikan lahan dan aset Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)...

Mahasiswa Gelar Aksi di Jakarta, Ini Dia Tuntutannya

Jakarta – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)...