Jakarta – Timnas Indonesia meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Oman dalam laga FIFA Matchday yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026) malam. Hasil ini sekaligus mengakhiri penantian panjang skuad Garuda untuk kembali menaklukkan Oman setelah 38 tahun.
Pelatih Indonesia, John Herdman, menurunkan formasi 3-4-3 dengan Emil Audero dipercaya mengawal gawang. Di lini belakang, Rizky Ridho memimpin duet bersama Justin Hubner dan Elkan Baggott. Sementara Kevin Diks dan Nathan Tjoe-A-On mengisi sektor sayap, didukung Joey Pelupessy serta Ivar Jenner di lini tengah. Barisan depan dipercayakan kepada Ragnar Oratmangoen, Ole Romeny, dan Beckham Putra.
Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia tampil agresif dan langsung mengambil kendali permainan. Peluang pertama tercipta pada menit keenam melalui sundulan Nathan Tjoe-A-On yang memanfaatkan umpan dari Kevin Diks. Namun, upaya tersebut masih mampu diamankan lini pertahanan Oman.
Tekanan yang terus dilancarkan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-12. Berawal dari skema bola mati, Justin Hubner berhasil menyundul bola ke gawang Oman dan membawa Indonesia unggul 1-0.
Kepercayaan diri skuad Garuda semakin meningkat setelah gol pembuka. Pada menit ke-26, Ole Romeny sukses memperbesar keunggulan usai memanfaatkan kesalahan pemain belakang Oman. Penyerang berusia 25 tahun itu dengan tenang menaklukkan kiper Ahmed Alrawahi dan mencatatkan gol kelimanya bersama timnas Indonesia.
Oman sempat memiliki kesempatan untuk memperkecil ketertinggalan menjelang turun minum. Tim tamu mendapat hadiah penalti pada menit ke-37 setelah terjadi pelanggaran di area terlarang. Namun, eksekusi Hatem Sultan Alrushadi gagal membuahkan gol setelah peluang tersebut tidak mampu dimaksimalkan.
Skor 2-0 bertahan hingga babak pertama berakhir. Indonesia tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 65 persen dan lebih efektif dalam memanfaatkan peluang yang tercipta.
Memasuki paruh kedua, Indonesia melakukan perubahan dengan memasukkan Dony Tri Pamungkas. Pergantian tersebut terbukti memberi dampak positif terhadap permainan tim.
Pada menit ke-53, Indonesia kembali mencetak gol. Dony Tri mengirimkan umpan terobosan kepada Ivar Jenner yang kemudian mengalirkan bola ke kotak penalti. Ragnar Oratmangoen yang berdiri bebas berhasil menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol ketiga bagi Indonesia.
Unggul tiga gol membuat Indonesia bermain lebih tenang. Sementara itu, Oman berusaha meningkatkan intensitas serangan melalui sejumlah pergantian pemain. Meski beberapa kali mencoba menekan, tim tamu kesulitan menembus pertahanan disiplin yang dikawal Emil Audero dan rekan-rekannya.
Menjelang akhir pertandingan, Herdman melakukan sejumlah rotasi dengan memasukkan Mauro Zijlstra, Mathew Baker, dan Saddil Ramdani untuk menjaga kebugaran pemain inti. Oman sempat memperoleh peluang melalui serangan balik pada menit ke-85, tetapi tembakan Musab Al Maamari masih melambung di atas mistar.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan Indonesia. Hasil ini menjadi catatan bersejarah bagi skuad Garuda karena berhasil mengakhiri rekor panjang tanpa kemenangan atas Oman yang telah berlangsung sejak 1988.
Selain memperlihatkan efektivitas serangan, kemenangan tersebut juga menunjukkan perkembangan permainan Indonesia di bawah arahan John Herdman. Penampilan solid di semua lini menjadi modal berharga bagi Timnas Indonesia untuk menghadapi agenda internasional berikutnya.