Jakarta – Nama Mochammad Asri, yang akrab disapa Mocha, menjadi salah satu representasi talenta Indonesia yang berhasil meniti karier di industri teknologi global. Saat ini, ia dipercaya sebagai Lead AI Architect di NVIDIA, perusahaan teknologi yang dikenal sebagai salah satu pemimpin dunia dalam pengembangan komputasi kecerdasan buatan (AI).
Dengan pengalaman di bidang arsitektur chip dan kecerdasan buatan, Mocha terlibat dalam pengembangan teknologi yang menjadi fondasi berbagai aplikasi AI generatif modern, termasuk sistem yang mendukung model bahasa besar (Large Language Model/LLM).
Berkarier di NVIDIA sebagai Lead AI Architect
Berdasarkan profil profesionalnya, Mochammad Asri saat ini menjabat sebagai Lead Architect di NVIDIA. Dalam perannya, ia berfokus pada pengembangan arsitektur sistem untuk kebutuhan AI generatif, komputasi otomotif, hingga server berperforma tinggi.
Keahliannya mencakup berbagai bidang teknologi mutakhir, seperti Generative AI, Efficient AI, Large Language Model (LLM), Heterogeneous Systems, Hardware-Software Co-Design (HW/SW Co-Design), serta System-on-Chip (SoC).
Ia juga banyak mengerjakan pengembangan sistem memori modern, optimasi bandwidth dan latency, teknik caching, Network-on-Chip (NoC), pengelolaan Quality of Service (QoS), hingga berbagai pendekatan untuk meningkatkan efisiensi komputasi pada perangkat AI generasi terbaru.
Pernah Berkarier di Meta
Sebelum bergabung dengan NVIDIA pada September 2023, Mocha lebih dahulu berkarier di Meta sebagai Chip Architect.
Selama bekerja di perusahaan tersebut, ia berkontribusi dalam pengembangan arsitektur komputasi untuk teknologi augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan kecerdasan buatan. Fokus pekerjaannya meliputi pengembangan sistem perpindahan data, cache, serta Network-on-Chip yang menjadi bagian penting dalam performa chip modern.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum akhirnya dipercaya menangani pengembangan sistem AI skala besar di NVIDIA.
Latar Belakang Pendidikan Internasional
Perjalanan akademik Mochammad Asri menunjukkan konsistensinya di bidang ilmu komputer sejak dini.
Ia merupakan alumni SMA Negeri 8 Jakarta sebelum melanjutkan studi ke Jepang di Tokyo Institute of Technology. Di kampus tersebut, ia menyelesaikan pendidikan Bachelor of Science dan Master of Engineering pada bidang Computer Science.
Setelah itu, Mocha melanjutkan pendidikan doktoral di The University of Texas at Austin, Amerika Serikat, dan meraih gelar Ph.D. in Computer Engineering.
Penelitian doktoralnya berfokus pada optimasi perpindahan data (data movement optimization) pada sistem komputasi heterogen, salah satu bidang yang kini menjadi fondasi penting dalam pengembangan teknologi AI modern.
Selain pendidikan formal, ia juga melengkapi kompetensinya melalui berbagai sertifikasi profesional, termasuk program TinyML dari edX yang membahas penerapan machine learning pada perangkat berdaya rendah atau edge AI.
Ingin Berkontribusi untuk Indonesia
Meski telah meniti karier di salah satu perusahaan teknologi terbesar dunia, Mochammad Asri beberapa kali menyampaikan keinginannya untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia.
Ia menilai Indonesia memiliki banyak generasi muda berbakat yang mampu bersaing di tingkat global apabila didukung oleh ekosistem pendidikan, riset, dan inovasi yang memadai.
Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia di bidang kecerdasan buatan, semikonduktor, dan sistem komputasi merupakan salah satu kunci agar Indonesia mampu bersaing dalam perkembangan teknologi dunia.
Menjadi Inspirasi Generasi Muda
Perjalanan Mochammad Asri dari bangku sekolah di Jakarta hingga dipercaya memimpin pengembangan teknologi AI di NVIDIA menjadi inspirasi bagi banyak anak muda Indonesia.
Kisahnya menunjukkan bahwa kemampuan akademik, pengalaman riset, serta kemauan untuk terus belajar dapat membuka peluang berkarier di perusahaan teknologi kelas dunia. Di sisi lain, keinginannya untuk kembali berkontribusi terhadap pendidikan di Indonesia memperlihatkan komitmennya agar semakin banyak talenta lokal yang mampu berkiprah di industri teknologi global.