Beranda NEWS Deretan Tokoh Dunia dalam Epstein Files, dari Trump hingga Mantan PM Israel
NEWS

Deretan Tokoh Dunia dalam Epstein Files, dari Trump hingga Mantan PM Israel

Deretan Nama Tokoh Dunia dalam Epstein Files, dari Trump hingga Mantan PM Israel.
Deretan Nama Tokoh Dunia dalam Epstein Files, dari Trump hingga Mantan PM Israel.
Bagikan

Jakarta – Kasus Jeffrey Epstein kembali menyita perhatian publik internasional setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) merilis dokumen tambahan terkait perkara kejahatan seksual yang menjerat miliarder tersebut. Dokumen terbaru itu dipublikasikan pada 30 Januari 2026, menyusul diberlakukannya Epstein Files Transparency Act pada November 2025.

Melalui aturan tersebut, otoritas AS membuka lebih dari tiga juta halaman dokumen yang berisi korespondensi email, foto, hingga rekaman video yang berkaitan dengan Epstein dan jejaringnya. Sejumlah nama besar dari dunia politik, bisnis, hingga hiburan kembali mencuat dalam berkas-berkas tersebut.

Meski banyak tokoh ternama disebut, hingga kini belum ada dakwaan pidana yang dijatuhkan kepada figur publik yang namanya muncul dalam dokumen tersebut. Jeffrey Epstein sendiri telah meninggal dunia pada 2019 setelah ditemukan tewas di sel tahanan, dalam kasus yang dinyatakan sebagai bunuh diri.

Berikut sejumlah tokoh yang tercantum dalam Epstein Files, sebagaimana dirangkum dari laporan Associated Press.

Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikenal pernah memiliki hubungan pertemanan dengan Jeffrey Epstein. Dalam sejumlah email yang dibuka ke publik, nama Trump beberapa kali disebut dalam percakapan Epstein dengan koleganya.

Korespondensi tersebut mencakup diskusi seputar politik, kebijakan publik, hingga gosip mengenai kehidupan pribadi Trump. Selain itu, dokumen juga memuat berbagai cerita yang belum dapat diverifikasi kebenarannya terkait presiden AS tersebut.

Bill Clinton

Nama Bill Clinton, mantan Presiden AS, juga muncul dalam berkas Epstein. Clinton dilaporkan beberapa kali menggunakan jet pribadi Epstein dan sempat mengundangnya ke Gedung Putih.

Ia juga terekam kamera berada di kediaman Epstein di New York. Meski demikian, hingga kini tidak ada korban Epstein yang secara langsung menuduh Clinton terlibat dalam kejahatan seksual. Clinton sendiri menyatakan telah memutus hubungan dengan Epstein sejak 2006, saat Epstein mulai menghadapi persoalan hukum serius.

Andrew Mountbatten-Windsor

Andrew Mountbatten-Windsor, mantan Pangeran Inggris yang telah dicabut gelar kebangsawanannya, termasuk salah satu nama yang paling kontroversial dalam Epstein Files.

Virginia Roberts Giuffre, salah satu korban Epstein, bersaksi bahwa ia dipaksa berhubungan seksual dengan Andrew saat masih berusia 17 tahun. Dokumen yang dirilis juga memuat undangan makan malam dari Andrew kepada Epstein di Istana Buckingham, serta foto-foto Andrew bersama sejumlah perempuan.

Elon Musk

CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, disebut beberapa kali dalam korespondensi email Epstein pada periode 2012–2013. Dalam percakapan tersebut, Musk sempat membahas kemungkinan kunjungan ke pulau pribadi Epstein di Karibia.

Namun, tidak ada bukti yang menunjukkan Musk benar-benar mengunjungi lokasi tersebut. Musk sendiri berulang kali menyatakan bahwa ia menolak undangan Epstein dan tidak pernah menginjakkan kaki di pulau milik pelaku.

Ehud Barak

Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak diketahui menjalin komunikasi intens dengan Epstein, termasuk setelah Epstein dijatuhi hukuman atas kejahatan seksual di Florida pada 2008.

Pada 2017, Barak dan Epstein bahkan sempat bertukar email mengenai rencana menginap di rumah Epstein di New York. Barak mengakui sering berkunjung ke kediaman Epstein, tetapi membantah keras adanya perilaku tidak pantas selama kunjungan tersebut.


Sergey Brin

Pendiri Google Sergey Brin juga tercatat dalam dokumen Epstein Files. Ia dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan Epstein dan Ghislaine Maxwell, sosialita Inggris yang kemudian divonis bersalah dalam kasus perdagangan anak.

Dalam korespondensi tahun 2003, Maxwell mengundang Brin ke acara pemutaran film Down with Love di New York, yang dilanjutkan dengan undangan makan malam di rumah Epstein. Hingga kini, pihak Google belum memberikan pernyataan resmi terkait kemunculan nama Brin dalam dokumen tersebut.

Rilis terbaru Epstein Files kembali menegaskan luasnya jejaring sosial Epstein, yang mencakup tokoh-tokoh berpengaruh lintas negara dan sektor. Meski demikian, penyebutan nama dalam dokumen tidak serta-merta menunjukkan keterlibatan pidana, dan penyelidikan terhadap berbagai aspek kasus ini masih terus menjadi perhatian publik global.

Bagikan
Berita Terkait

Dokumen Epstein Singgung Tokoh Awal Bitcoin dan Kontroversi Etika Kenaikan Harga Kripto

Jakarta – Dokumen Jeffrey Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ)...

Logo Imlek Nasional 2026 Diluncurkan, Simbol Harmoni dan Kebhinekaan Indonesia

Jakarta – Pemerintah secara resmi meluncurkan Logo Imlek Nasional 2026 pada Rabu,...

Sah! DPR Tetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia

Jakarta – etua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun, mengumumkan hasil uji...

BMKG Peringatkan Hujan Mengguyur Jabodetabek hingga Penghujung Januari

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan masih akan...