Beranda NEWS BMKG Peringatkan Hujan Mengguyur Jabodetabek hingga Penghujung Januari
NEWS

BMKG Peringatkan Hujan Mengguyur Jabodetabek hingga Penghujung Januari

BMKG Peringatkan Hujan Mengguyur Jabodetabek hingga Penghujung Januari.
BMKG Peringatkan Hujan Mengguyur Jabodetabek hingga Penghujung Januari.
Bagikan

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan masih akan melanda wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sepanjang sepekan ke depan, yakni pada periode 25–31 Januari 2026.

Untuk hari ini, Minggu (25/1/2026), hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di Jakarta Timur, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, serta Kabupaten Bogor.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, Kabupaten Bekasi, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, serta Kabupaten Tangerang.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan rencana aktivitas dengan memperhatikan pembaruan informasi cuaca.
“Tetap waspada dan siapkan rencana aktivitas dengan memperhatikan informasi cuaca terbaru,” tulis BMKG melalui akun Instagram resminya, @infobmkg.

1. Angin kencang dan gelombang tinggi dampak Siklon Tropis Luana

Selain hujan, BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah akibat pengaruh Siklon Tropis Luana. Siklon ini berkembang dari Bibit Siklon Tropis 91S sejak 24 Januari 2026 pukul 01.00 WIB.

Saat ini, Siklon Tropis Luana berada di wilayah pemantauan TCWC Jakarta di sekitar daratan Australia. Dalam 24 jam ke depan, intensitasnya diprakirakan melemah menjadi sistem tekanan rendah dan bergerak menjauhi wilayah Indonesia ke arah tenggara.

2. Gelombang laut berpotensi mencapai 6 meter

Keberadaan Siklon Tropis Luana diperkirakan memicu hujan sedang hingga lebat di Nusa Tenggara Timur (NTT), serta angin kencang di wilayah Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

BMKG juga memprakirakan terjadinya gelombang sedang hingga tinggi. Gelombang setinggi 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Perairan selatan Bali hingga NTT, Laut Sawu, serta Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga NTB.

Sementara itu, gelombang sangat tinggi dengan ketinggian 4–6 meter diperkirakan terjadi di Samudra Hindia selatan NTT.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku pelayaran agar tetap waspada terhadap risiko angin kencang dan gelombang tinggi, serta terus memantau informasi cuaca terbaru.

3. BPBD DKI diminta lanjutkan operasi modifikasi cuaca

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk tetap melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Dampak dari instruksi tersebut dirasakan warga pada Sabtu (24/1/2026), ketika kondisi cuaca di Jakarta relatif cerah dan matahari tampak bersinar, meski BMKG menetapkan status waspada dengan potensi hujan sedang hingga lebat.

“Kemarin sore saya menginstruksikan penambahan sorti OMC. Itu sebabnya cuaca hari ini bisa terlihat terang,” ujar Pramono di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat.

Bagikan
Berita Terkait

Sah! DPR Tetapkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia

Jakarta – etua Komisi XI DPR RI, M. Misbakhun, mengumumkan hasil uji...

Banjir di Jakarta Belum Surut, 125 RT Tergenang dan 387 Warga Mengungsi

Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa banjir...

BMKG Tetapkan Status Awas, Jakarta dan Tangerang Diprediksi Diguyur Hujan Ekstrem

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca...

Prabowo Resmi Cabut Izin Perusahaan Pelanggar Hutan

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan mencabut izin usaha...