Beranda OTOMOTIF Jarang Dipakai Bukan Berarti Aman, Komponen Mobil Ini Justru Cepat Rusak!
OTOMOTIF

Jarang Dipakai Bukan Berarti Aman, Komponen Mobil Ini Justru Cepat Rusak!

Jarang Dipakai Bukan Berarti Aman, Komponen Mobil Ini Justru Cepat Rusak!
Jarang Dipakai Bukan Berarti Aman, Komponen Mobil Ini Justru Cepat Rusak!
Bagikan

Jakarta – Banyak orang beranggapan mobil yang jarang digunakan akan lebih tahan lama karena minim pemakaian. Kenyataannya, kendaraan yang terlalu sering diam justru berisiko mengalami berbagai masalah teknis, terutama pada komponen penting.

Hal ini terjadi karena mesin dan sistem pendukung mobil tidak bekerja sebagaimana mestinya. Tanpa sirkulasi rutin, beberapa bagian justru mengalami penurunan fungsi.

Menurut Alif Helmi, penanggung jawab bengkel Rama Teknik di Universitas Pamulang, karakter kerusakan mobil yang jarang dipakai berbeda dengan mobil harian.

Aki jadi komponen paling rentan

Aki disebut sebagai komponen yang paling sering bermasalah pada mobil yang jarang digunakan.

“Walaupun mesin mati, tetap ada konsumsi listrik. Kalau mobil lama tidak dinyalakan, aki bisa cepat soak,” jelas Alif.

Tanpa pengisian dari alternator dalam waktu lama, daya aki terus berkurang hingga akhirnya tidak mampu menyalakan mesin.

Oli mesin bisa mengendap

Masalah lain muncul pada oli mesin. Oli yang terlalu lama tidak bersirkulasi bisa mengendap dan mengalami penurunan kualitas pelumasan.

“Kalau oli sudah mengental lalu mobil langsung dipakai, gesekan antar komponen mesin jadi lebih besar dan berisiko aus,” ujarnya.

Ban berisiko flat spot

Ban mobil yang menahan beban di titik yang sama dalam waktu lama berpotensi mengalami flat spot.

Akibatnya, ban terasa tidak seimbang dan menimbulkan getaran saat mobil kembali digunakan, terutama di kecepatan tertentu.

Rem mudah berkarat

Sistem pengereman, khususnya rem cakram, juga rentan bermasalah. Kelembapan udara dapat memicu karat jika mobil terlalu lama tidak dijalankan.

Karat ini bisa mengganggu performa pengereman dan menimbulkan bunyi saat mobil mulai digunakan kembali.

Tangki BBM bisa berkarat

Mobil yang jarang diisi bahan bakar penuh juga berisiko mengalami kondensasi di dalam tangki.

Air hasil kondensasi tersebut dapat memicu karat, yang dalam jangka panjang berpotensi merusak sistem bahan bakar.

Kesimpulannya, mobil yang jarang dipakai tetap membutuhkan perawatan rutin. Menyalakan mesin secara berkala, memeriksa kondisi aki, ban, dan rem adalah langkah penting agar mobil tetap sehat meski tidak digunakan setiap hari.

Bagikan
Berita Terkait

BYD M6 DM Versi Hybrid Resmi Hadir di RI, Klaim Irit 65 Km/Liter

Jakarta – PT BYD Motor Indonesia resmi melebarkan sayapnya di pasar otomotif...

Resmi Naik! Berikut Daftar Terbaru Harga BBM Pertamina per Mei 2026

Jakarta – PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak...

Tak Semua Kena, Ini 5 Jenis Kendaraan yang Bebas Pajak Tahunan

Jakarta – Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) menjadi kewajiban bagi pemilik kendaraan sebagai...

Transisi Mobil Listrik di Indonesia Lambat, Tak Cukup Hanya Andalkan Insentif

Jakarta – Upaya mendorong penggunaan kendaraan listrik di Indonesia dinilai belum memberikan...