Jakarta – Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, terus meluas. Api bahkan telah merambat hingga memasuki wilayah Kabupaten Malang.
Hingga Kamis (6/8/2026), luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 70 hektare. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan angka tersebut masih merupakan perkiraan sementara berdasarkan pemantauan terakhir.
” berdasarkan pengamatan tadi sekitar 50 hektare yang terbakar, nanti biasanya dari TNBTS akan ditinjau menggunakan drone untuk menghitung luasan kebakaran,” ujar Sadono di Malang, Kamis (6/8/2026).
Api Merembet 1,5 Kilometer ke Wilayah Malang
Kebakaran melanda sejumlah jenis vegetasi yang berada di kawasan TNBTS. Beberapa di antaranya adalah cemara gunung, mentigen, akasia, serta semak belukar.
Api juga telah melewati tugu perbatasan antara Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Saat ini, titik rambatan api diperkirakan telah mencapai sekitar 1,5 kilometer dari tugu perbatasan menuju wilayah Kabupaten Malang.
“Rembetan api mengarah ke Kabupaten Malang sejauh 1,5 kilometer dari tugu perbatasan,” kata Sadono.
Kondisi angin turut menjadi salah satu faktor yang dikhawatirkan dapat memperluas area kebakaran. Saat ini, angin dilaporkan bergerak ke arah barat dengan kecepatan sedang.
Pemadaman Terkendala Medan Sulit
Upaya pemadaman masih dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Lumajang, BPBD Kabupaten Probolinggo, TNBTS, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Ngadas.
Namun, petugas menghadapi tantangan berupa kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau. Sejumlah titik api berada di kawasan hutan pada lereng gunung sehingga menyulitkan proses pemadaman secara langsung.
“Titik api berada di kawasan hutan yang ada di lereng, sehingga sulit dijangkau oleh petugas,” jelas Sadono.
Untuk menghambat pergerakan api, petugas membuat sekat bakar di sejumlah lokasi. Penyemprotan air juga dilakukan pada area yang masih belum terbakar sebagai upaya mencegah api menjalar lebih jauh.
Sejumlah Akses Wisata Bromo Ditutup
Kebakaran yang terjadi di kawasan TNBTS turut berdampak terhadap aktivitas pariwisata Gunung Bromo.
Akses menuju kawasan wisata Bromo melalui pintu masuk dari Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang untuk sementara ditutup demi keselamatan pengunjung dan mendukung proses penanganan kebakaran.
Meski demikian, wisatawan masih memiliki pilihan akses lain menuju kawasan Bromo. Pengunjung dapat menggunakan jalur melalui Cemoro Lawang di Kabupaten Probolinggo atau Wonokitri di Kabupaten Pasuruan.
Pemerintah dan petugas gabungan masih terus melakukan upaya pengendalian kebakaran untuk mencegah api meluas ke wilayah lain. Kondisi di lapangan juga terus dipantau, termasuk perkembangan luas area yang terdampak serta arah pergerakan api.