Jakarta – Tiga aksi demonstrasi yang melibatkan kelompok mahasiswa dan pekerja dijadwalkan berlangsung di sejumlah kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (3/9/2026). Kepolisian menyiapkan ratusan personel untuk mengamankan jalannya aksi sekaligus mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.
Kasubsi Penmas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan aksi pertama akan berlangsung di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan. Demonstrasi tersebut melibatkan sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat.
“Unjuk rasa pertama dari BEM STMIK Jayakarta, Foma Anti Korupsi, Himit Jayakarta, BEM STIE Jayakarta dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir,” kata Erlyn dalam keterangan tertulis, Kamis.
Demo di Depan Gedung DPR/MPR RI
Aksi kedua dijadwalkan berlangsung di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR/MPR) RI, Jakarta Pusat. Kelompok mahasiswa yang terlibat dalam aksi ini berasal dari sejumlah organisasi yang sama dengan demonstrasi di Medan Merdeka Selatan.
“Aksi unjuk rasa titik kedua oleh BEM STMIK Jayakarta, Foma Anti Korupsi, Himit Jayakarta, dan BEM STIE Jayakarta bertempat di depan Gedung DPR/MPR RI,” ujar Erlyn.
Sementara itu, aksi ketiga akan digelar oleh kelompok serikat pekerja di kawasan perkantoran Sainath Tower, Kemayoran, Jakarta Pusat. Demonstrasi tersebut dijadwalkan berlangsung di Kantor PT Angkasa Pura Suport.
“Unjuk rasa ketiga dari Federasi Serikat Pekerja Mandiri Regional Jabodetabek di Kantor PT Angkasa Pura Suport, Sainath Tower,” kata Erlyn.
Hampir 1.000 Polisi Disiagakan
Untuk mengamankan tiga titik demonstrasi tersebut, sebanyak 987 personel gabungan kepolisian disiapkan. Personel berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran polsek.
Apel gelar pasukan dilakukan secara bertahap mulai pukul 08.00 WIB di masing-masing lokasi aksi.
“Sebanyak 987 personel gabungan kepolisian dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran disiagakan untuk pengamanan aksi unjuk rasa bersama tim Yan Unras (Pelayanan Unjuk Rasa) wilayah Jakarta Pusat lainnya,” tutur Erlyn.
Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional
Kepolisian juga menyiapkan rekayasa arus lalu lintas di sekitar lokasi demonstrasi. Pengaturan kendaraan akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, termasuk perkembangan jumlah massa dan tingkat kepadatan di sekitar titik aksi.
Masyarakat yang hendak beraktivitas di kawasan tersebut diimbau memperhitungkan potensi perlambatan lalu lintas selama demonstrasi berlangsung.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung,” ujar Erlyn.