Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar peringatan hari lahir (harlah) ke-100 tahun di Istora Senayan, Jakarta, besok. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri perayaan satu abad organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyampaikan bahwa undangan telah dikirimkan kepada Presiden, jajaran menteri kabinet, pimpinan lembaga negara, hingga para duta besar. Ia berharap Presiden dapat hadir dan seluruh rangkaian acara berjalan lancar, termasuk koordinasi teknis dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Menurut Gus Yahya, seluruh persiapan telah rampung. Acara ini akan dihadiri jajaran lengkap kepengurusan NU, mulai dari Tanfidziyah, Syuriyah, Mustasyar, lembaga-lembaga, badan otonom seperti Muslimat, Fatayat, dan Ansor, hingga para kiai sepuh dan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah.
Tak hanya itu, perwakilan pengurus wilayah dari 38 provinsi dan 548 pengurus cabang se-Indonesia juga dijadwalkan hadir. Sebagian besar peserta telah tiba di Jakarta dan menginap di Hotel Sultan sebagai pusat akomodasi. Total peserta yang diperkirakan hadir mencapai sekitar 10 ribu orang.
Acara akan dimulai pukul 09.00 WIB dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia.” Gus Yahya menjelaskan, visi NU selaras dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan, yakni membangun peradaban yang mulia bagi seluruh umat manusia.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya juga menyinggung dinamika internal yang sempat terjadi. Ia menyatakan bahwa setelah pertemuan terakhir, seluruh pihak sepakat kembali ke kesepakatan awal dan melaksanakan peringatan satu abad ini secara bersama-sama.
Selain membahas harlah, Gus Yahya turut merespons keputusan Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza atau Board of Peace. Menurutnya, membantu Palestina merupakan bagian dari amanat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
Ia menilai, di tengah situasi global yang tidak menentu, Indonesia perlu hadir dan terlibat aktif melalui berbagai platform demi memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace dipandang sebagai langkah tepat selama berlandaskan komitmen kuat untuk mendukung perdamaian dan kepentingan rakyat Palestina.