Jakarta – Mobil bekas kerap jadi solusi buat yang ingin punya kendaraan tanpa menguras tabungan. Namun, harga miring tidak selalu berarti untung. Jika kurang teliti, mobil murah justru bisa berubah menjadi sumber masalah dan pengeluaran tak terduga.
Ada beberapa tanda yang seharusnya langsung jadi alarm sejak awal. Mengabaikannya bisa berujung pada biaya perbaikan yang nilainya jauh melampaui harga beli. Berikut lima ciri mobil bekas yang sebaiknya tidak kamu kompromikan.
1. Pernah Terendam Banjir atau Mengalami Tabrakan Berat
Mobil bekas dengan riwayat banjir hampir selalu menyisakan masalah tersembunyi, terutama di sektor kelistrikan. Karat dan korsleting biasanya muncul bertahap, membuat mobil sering rewel tanpa sebab jelas.
Sementara itu, mobil yang pernah mengalami kecelakaan parah berisiko mengalami kerusakan rangka. Meski tampilan luar sudah mulus, struktur bisa saja tidak lagi presisi, yang berdampak pada kenyamanan dan keselamatan saat berkendara.
2. Nomor Mesin Tidak Sesuai Dokumen
Ketidaksesuaian nomor mesin dengan STNK atau BPKB merupakan tanda bahaya serius. Kondisi ini bisa mengindikasikan penggantian mesin tanpa prosedur resmi, yang berpotensi menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
Dari sisi teknis, mesin yang bukan bawaan pabrik sering memiliki performa tidak stabil. Perawatan pun jadi lebih rumit karena spesifikasi tidak jelas. Harga murah jadi terasa tidak sebanding dengan risikonya.
3. Asap Knalpot Berwarna Tidak Wajar
Perhatikan asap knalpot saat mesin hidup. Asap putih pekat atau berwarna kebiruan biasanya menandakan masalah berat, seperti kebocoran oli atau gangguan sistem pembakaran.
Kerusakan seperti ini jarang bisa diselesaikan dengan servis ringan. Biaya perbaikannya cukup besar dan berpotensi merembet ke komponen lain jika dibiarkan terlalu lama.
4. Perpindahan Gigi Terasa Kasar
Saat test drive, rasakan respons transmisi dengan saksama. Jika perpindahan gigi terasa tersendat, terlambat, atau disertai hentakan, itu bisa menjadi tanda transmisi bermasalah.
Masalah transmisi dikenal sebagai salah satu yang paling mahal untuk diperbaiki. Dalam banyak kasus, penggantian unit justru lebih masuk akal daripada perbaikan—dan ini jelas bukan risiko kecil.
5. Interior Terlalu Mulus untuk Usia Mobil
Interior yang tampak terlalu baru terkadang justru patut dicurigai. Bisa jadi itu upaya menyamarkan bekas banjir atau kerusakan lama. Bau apek samar juga sering menjadi petunjuk yang tidak boleh diabaikan.
Cobalah periksa kolong jok, karpet, dan sudut tersembunyi lainnya. Jika ditemukan bekas lembap atau karat, sebaiknya urungkan niat. Tampilan rapi belum tentu mencerminkan kondisi sebenarnya.
Membeli mobil bekas menuntut sikap rasional, bukan sekadar tergiur harga murah. Lima tanda di atas adalah sinyal bahaya yang sebaiknya tidak kamu abaikan. Lebih baik membatalkan pembelian daripada menanggung penyesalan di kemudian hari.
Ingat, mobil akan digunakan setiap hari. Keamanan, kenyamanan, dan ketenangan pikiran jauh lebih berharga daripada diskon besar di awal. Pastikan yang kamu beli adalah kendaraan yang layak pakai, bukan masalah baru yang siap menguras dompet.