Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia merupakan sahabat sejati Amerika Serikat, meskipun secara politik tetap berpegang pada tradisi kebijakan luar negeri non-blok. Ia menilai hubungan kedua negara memiliki jejak sejarah panjang yang patut dikenang.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Rabu (18/2/2026) waktu setempat. Dalam sambutannya, ia mengingat peran penting AS dalam mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia pada akhir 1940-an, ketika bangsa Indonesia berupaya melepaskan diri dari kolonialisme Belanda.
Prabowo menyatakan optimisme terhadap masa depan relasi kedua negara. Menurutnya, Indonesia tidak pernah melupakan kontribusi Amerika Serikat pada masa-masa krusial setelah proklamasi kemerdekaan. Ia bahkan mengingatkan generasi muda agar tidak mengabaikan sejarah, termasuk dukungan yang diberikan di masa sulit.
Ia juga menyinggung istilah “fair-weather friends” atau teman yang hanya hadir saat situasi menguntungkan. Dengan nada reflektif, Prabowo menyampaikan bahwa ia masih mengingat periode sulit tersebut, sekaligus menegaskan bahwa hubungan Indonesia-AS telah teruji oleh waktu.
Kunjungan ke Washington, lanjutnya, menjadi bukti komitmen Indonesia untuk terus mempererat kemitraan dengan Amerika Serikat. Meski menganut prinsip non-blok, Indonesia tetap menginginkan kehadiran dan peran aktif AS sebagai mitra strategis.
Prabowo menjelaskan bahwa sejak awal, politik luar negeri Indonesia dirancang untuk menghormati semua kekuatan besar dan membangun persahabatan dengan berbagai negara. Dengan pendekatan tersebut, Indonesia berupaya mengambil peran sebagai jembatan atau “honest broker” di tengah dinamika geopolitik global.
Ia pun menegaskan keinginan untuk memperluas kerja sama bilateral di berbagai sektor, mulai dari politik, ekonomi, bantuan kemanusiaan, hingga perlindungan lingkungan. Menurutnya, potensi kolaborasi Indonesia dan Amerika Serikat masih sangat besar.
“Indonesia bukan lagi raksasa yang tertidur. Kami mulai bangun,” tegasnya, seraya menekankan kesiapan Indonesia untuk memperkuat posisi dan kontribusinya di panggung internasional.