Beranda OTOMOTIF Waspada! 5 Ciri Mesin Mobil Mulai Lelah, Jangan Tergiur Harga Murah
OTOMOTIF

Waspada! 5 Ciri Mesin Mobil Mulai Lelah, Jangan Tergiur Harga Murah

Waspada! 5 Ciri Mesin Mobil Mulai Lelah, Jangan Tergiur Harga Murah.
Waspada! 5 Ciri Mesin Mobil Mulai Lelah, Jangan Tergiur Harga Murah.
Bagikan

Jakarta – Membeli mobil bekas memang menggiurkan karena harganya lebih bersahabat. Namun, jangan sampai banderol murah membuat Anda abai terhadap kondisi mesin. Mesin yang sudah mulai “lelah” berpotensi memicu kerusakan besar dan biaya perbaikan yang tidak sedikit di kemudian hari.

Sejumlah tanda keausan mesin kerap dianggap sepele oleh calon pembeli. Padahal, gejala ini biasanya muncul sebelum terjadi kerusakan serius. Berikut lima tanda mesin mobil mulai capek yang perlu diperhatikan.

1. Suara mesin kasar dan tidak stabil

Mesin dalam kondisi prima umumnya menghasilkan suara halus dan stabil. Jika terdengar kasar, pincang, atau getarannya terasa berlebihan, bisa jadi ada komponen internal yang mulai aus.

Perhatikan juga suara saat mesin idle atau ketika pedal gas diinjak ringan. Bila muncul bunyi aneh yang tidak konsisten, kondisi ini patut dicurigai.

2. Asap knalpot tidak normal

Warna asap knalpot dapat menjadi indikator kesehatan mesin. Asap putih tebal, biru, atau hitam pekat menandakan persoalan berbeda, mulai dari oli yang ikut terbakar hingga proses pembakaran yang tidak sempurna.

Masalah ini biasanya tidak sederhana dan bisa membutuhkan perbaikan besar. Jangan abaikan tanda ini saat melakukan pengecekan.

3. Konsumsi oli berlebihan

Mesin yang sehat tidak mengonsumsi oli secara tidak wajar. Jika volume oli cepat berkurang tanpa adanya kebocoran, kemungkinan oli terbakar di ruang bakar.

Kondisi ini sering berkaitan dengan ring piston atau seal katup yang aus. Perbaikannya cenderung mahal karena memerlukan pembongkaran mesin.

4. Tenaga terasa menurun dan respons lambat

Akselerasi yang terasa berat atau mobil sulit menanjak bisa menjadi tanda kompresi mesin melemah. Meski pedal gas diinjak dalam, tenaga yang dihasilkan tidak maksimal.

Selain membuat pengalaman berkendara kurang nyaman, kondisi ini juga bisa menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

5. Riwayat servis tidak jelas

Buku servis yang kosong atau catatan perawatan yang tidak konsisten sebaiknya menjadi perhatian serius. Mesin yang jarang dirawat umumnya mengalami keausan lebih cepat.

Tanpa perawatan rutin, potensi kerusakan sering tidak terdeteksi sejak dini. Akibatnya, risiko perbaikan besar semakin tinggi.

Mesin yang sudah mulai lelah memang masih dapat digunakan, tetapi potensi masalahnya cukup besar. Biaya perbaikannya bahkan bisa melampaui selisih harga beli yang terlihat menguntungkan di awal.

Jika menemukan satu atau beberapa tanda di atas, sebaiknya pertimbangkan kembali keputusan membeli. Mobil bekas yang layak bukan hanya soal usia muda, melainkan kondisi mesin yang tetap prima dan terawat dengan baik.

Bagikan
Berita Terkait

Leapmotor Mulai Perakitan Lokal Dua Mobil Listrik di Indonesia

Jakarta – Produsen otomotif asal China, Leapmotor, mulai merakit secara lokal dua mobil...

Pabrik BYD di Subang Mulai Beroperasi, M6 dan Atto 1 Siap Diproduksi Lokal

Jakarta – PT BYD Motor Indonesia terus memperkuat komitmennya terhadap pengembangan kendaraan...

Toyota Pamer 3 Mobil Baru di GIIAS 2026, Land Cruiser Hybrid Jadi Bintang Utama

Jakarta – PT Toyota Astra Motor (TAM) menghadirkan tiga model baru pada...

B50 Mulai Dijual di Seluruh SPBU pada 1 Oktober 2026, Pemerintah Siapkan Masa Transisi

Jakarta – Pemerintah menargetkan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di...