Beranda NEWS Catat! Ini Ketentuan dan Jadwal Kegiatan Belajar Sekolah Selama Ramadan 2026
NEWS

Catat! Ini Ketentuan dan Jadwal Kegiatan Belajar Sekolah Selama Ramadan 2026

Catat! Ini Ketentuan dan Jadwal Kegiatan Belajar Sekolah Selama Ramadan 2026.
Catat! Ini Ketentuan dan Jadwal Kegiatan Belajar Sekolah Selama Ramadan 2026.
Bagikan

Jakarta – Pemerintah resmi menetapkan skema pembelajaran bagi peserta didik selama Bulan Ramadan 2026. Pengaturan ini menekankan keseimbangan antara pemenuhan hak belajar dengan penguatan nilai keagamaan, karakter, dan kepedulian sosial siswa.

Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di Kantor Kemenko PMK, Kamis (5/2/2026).

“Ramadan merupakan momentum strategis untuk pendidikan karakter. Pembelajaran diarahkan agar memperkuat nilai keagamaan sesuai keyakinan murid, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif,” ujar Pratikno dalam keterangan tertulis.

Skema Pembelajaran Selama Ramadan 2026

Dalam rapat tersebut, pemerintah menyepakati pola kegiatan belajar sebagai berikut:

  • 18–20 Februari 2026: pembelajaran dilaksanakan di luar satuan pendidikan
  • 23 Februari–16 Maret 2026: pembelajaran tatap muka di sekolah
  • 23–27 Maret 2026: libur pasca-Ramadan

Pengaturan ini dimaksudkan agar kegiatan belajar tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan suasana dan kebutuhan selama Ramadan.

Penguatan Pendidikan Keagamaan

Selama Ramadan, sekolah didorong untuk memperkuat materi dan aktivitas keagamaan sesuai dengan agama masing-masing peserta didik.

Bagi siswa Muslim, kegiatan dapat berupa tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang mendukung penguatan iman, takwa, dan akhlak mulia.

Sementara itu, siswa non-Muslim tetap difasilitasi dengan bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Fokus pada Pembentukan Karakter

Selain aspek keagamaan, pembelajaran Ramadan juga diarahkan pada penguatan karakter melalui kegiatan sosial dan edukatif. Di antaranya berbagi takjil, penyaluran zakat dan santunan, lomba-lomba keagamaan seperti azan, MTQ, dan cerdas cermat keagamaan, hingga aktivitas positif lainnya.

“Kami ingin peserta didik belajar empati, gotong royong, dan kepedulian sosial. Konsep Ramadan ramah anak harus diisi dengan kegiatan yang membangun karakter, termasuk gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, satu jam tanpa gawai, serta aktivitas positif lainnya,” tutur Pratikno.

Bagikan
Berita Terkait

Mahasiswa Demo Tuntut Harga BBM Turun dan MBG Dihentikan, Pimpinan DPR: Demo Hal Biasa

Jakarta – Aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia...

Profil Petugas Paskibraka Penurunan Bendera HUT ke-81 RI: Dari Pengerek hingga Komandan Kompi

Jakarta – Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Indonesia Adil Makmur dipercaya menjalankan prosesi...

Tim Indonesia Adil Makmur Bertugas dalam Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka

Upacara penurunan Sang Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)...

Atraksi Kopassus Warnai HUT ke-81 RI, Terjun Payung Bawa Bendera Bergambar Prabowo

Jakarta – Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI kembali menunjukkan aksi spektakuler...