Jakarta – Dunia hiburan Indonesia berduka atas wafatnya komedian sekaligus aktor Simson Rarameha Ngadang, yang lebih dikenal dengan nama Temon Templar. Temon meninggal dunia pada Minggu, 12 Juli 2026, dalam usia 59 tahun.
Kabar duka tersebut diumumkan melalui akun Instagram resminya dan langsung memicu gelombang ucapan belasungkawa dari keluarga, sahabat, hingga rekan-rekan sesama insan hiburan.
Salah satu ungkapan duka datang dari komedian Abdel Achrian, partner yang telah lama dikenal publik melalui berbagai program komedi.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Selamat jalan Mon,” tulis Abdel melalui akun Instagram pribadinya.
Temon mengembuskan napas terakhir di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta.
Lulusan Psikologi Universitas Indonesia
Di balik sosoknya yang dikenal humoris, Temon memiliki latar belakang pendidikan yang cukup mengesankan.
Pria kelahiran 28 Desember 1966 itu merupakan alumnus SMA Negeri 3 Jakarta. Setelah lulus, ia berhasil diterima di Universitas Indonesia melalui jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK), yang kini dikenal sebagai SNBP.
Ia menyelesaikan pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan meraih gelar Sarjana Psikologi.
Sebelum benar-benar terjun ke industri hiburan, Temon sempat bekerja di bidang sumber daya manusia (HRD) dan pernah menjalani praktik di rumah sakit jiwa sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajarinya.
Awal Karier di Dunia Penyiaran
Perjalanan Temon di dunia hiburan dimulai ketika ia menjadi penyiar di Radio SK (Suara Kejayaan) pada 1992.
Di tempat inilah ia bertemu dengan Abdel Achrian. Pertemanan keduanya berkembang menjadi kolaborasi yang kemudian dikenal luas sebagai salah satu duet komedi populer di Indonesia.
Chemistry keduanya membuat nama Abdel dan Temon semakin dikenal di berbagai panggung hiburan.
Melejit Lewat Sitkom Abdel dan Temon
Popularitas Temon mencapai puncaknya saat membintangi sitkom Abdel dan Temon: Bukan Superstar yang tayang pada 2008.
Lewat serial tersebut, duet Abdel dan Temon berhasil mencuri perhatian penonton dengan gaya komedi yang ringan dan menghibur.
Selain tampil di sitkom, keduanya juga aktif mengisi berbagai acara televisi, panggung komedi, hingga pertunjukan hiburan di berbagai daerah.
Aktor Serbabisa dengan Beragam Peran
Tak hanya dikenal sebagai komedian, Temon juga aktif berkarier sebagai aktor.
Ia pernah memerankan karakter Kosyim dalam sitkom legendaris Bajaj Bajuri yang tayang pada 2002–2005.
Karier aktingnya terus berlanjut melalui sejumlah produksi lain, di antaranya sebagai Jamping dalam film Jali Preman Sholeh (2021) serta memerankan tokoh Karyo di sinetron Menolak Talak (2022).
Pernah Merilis Lagu Bertema Kemanusiaan
Di luar dunia komedi dan akting, Temon juga sempat menunjukkan bakatnya di bidang musik.
Ia pernah merilis sebuah single berjudul Raja Disko, yang mengangkat tema kemanusiaan dan menjadi salah satu karya yang menunjukkan sisi kreatifnya di luar dunia lawak.
Meninggalkan Warisan di Dunia Hiburan
Kepergian Temon Templar menjadi kehilangan besar bagi industri hiburan Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai komedian yang mampu menghadirkan tawa sekaligus memiliki perjalanan hidup yang inspiratif, mulai dari dunia akademik hingga menjadi salah satu wajah komedi televisi Indonesia.
Melalui karya-karyanya bersama Abdel Achrian maupun penampilannya di berbagai film dan sitkom, Temon meninggalkan jejak yang akan terus dikenang oleh para penggemar dan rekan-rekannya di dunia hiburan.