Beranda ENTERTAINMENT Viral karena Dianggap Jelek, Film Animasi China Niu Lai Malah Raup Puluhan Miliar
ENTERTAINMENT

Viral karena Dianggap Jelek, Film Animasi China Niu Lai Malah Raup Puluhan Miliar

Viral karena Dianggap Jelek, Film Animasi China Niu Lai Malah Raup Puluhan Miliar.
Viral karena Dianggap Jelek, Film Animasi China Niu Lai Malah Raup Puluhan Miliar.
Bagikan

Jakarta – Film animasi asal China berjudul Niu Lai menjadi fenomena tak biasa di bioskop domestik. Film yang awalnya mendapat banyak kritik karena kualitas visual dan ceritanya justru berubah menjadi salah satu tontonan yang ramai diperbincangkan di internet.

Alih-alih dipuji karena animasi berkualitas tinggi, Niu Lai justru viral karena dianggap memiliki kualitas yang buruk. Film tersebut mendapat rating pengguna 5,9 dari 10 di Douban berdasarkan sekitar 30.000 ulasan.

Popularitasnya di media sosial bahkan membuat Niu Lai menjadi bahan meme baru. Kesederhanaan cerita dan kualitas grafis tiga dimensinya menjadi dua aspek yang paling banyak disoroti warganet.

Cerita Sederhana tentang Seekor Anak Sapi

Niu Lai mengangkat kisah sederhana mengenai seekor anak sapi yang memiliki gambaran mengenai masa depannya dan tumbuh bersama keluarganya.

Namun, dari sisi visual, film tersebut dinilai belum mampu menyamai standar animasi 3D yang saat ini berkembang di China maupun industri animasi global.

Meski demikian, tidak semua penonton memberikan penilaian negatif. Sebagian justru menganggap kesederhanaan Niu Lai sebagai daya tarik tersendiri.

Beberapa penonton menilai film tersebut terasa berbeda dibandingkan produksi animasi dengan visual spektakuler tetapi memiliki cerita yang kurang kuat. Ada pula yang menganggapnya lucu dan menghibur sehingga merekomendasikannya sebagai tontonan ringan.

Niu Lai Jadi Meme di Kalangan Investor Saham

Nama film ini juga memiliki arti yang menarik. Dalam bahasa China, Niu Lai secara harfiah dapat dimaknai sebagai “banteng datang” atau bull is coming.

Istilah tersebut kemudian dikaitkan warganet dengan istilah bullish di pasar saham, yakni kondisi ketika harga saham mengalami tren kenaikan.

Karena itu, Niu Lai tidak hanya menjadi bahan pembicaraan penggemar film, tetapi juga digunakan sebagai meme di kalangan investor saham China.

Film Dibuat Hanya oleh Dua Orang

Perubahan besar dalam popularitas Niu Lai terjadi setelah publik mengetahui latar belakang produksinya.

Film tersebut dilaporkan dikerjakan selama sekitar lima tahun oleh sutradara Xin Yumeng bersama ibunya, Sun Lifan. Produksi dengan tim yang sangat kecil tersebut menjadi salah satu alasan masyarakat mulai memberikan dukungan terhadap film tersebut.

Keterbatasan sumber daya juga terlihat dari materi promosi yang digunakan.

Poster film hanya menampilkan gambar anak sapi yang dibuat menggunakan pena dengan penggunaan warna yang sangat minim. Slogan promosinya pun dibuat dengan gaya yang tidak biasa, seperti ajakan untuk datang jika menyukai sesuatu yang aneh hingga tulisan “tidak ada pengembalian uang”.

Minimnya promosi membuat Niu Lai pada awalnya tidak mendapatkan banyak penonton.

Pendapatan Awalnya Hanya Puluhan Juta Rupiah

Film berdurasi sekitar 86 menit tersebut dirilis pada 5 Agustus 2026. Dalam 10 hari pertama penayangannya, pendapatan Niu Lai dilaporkan hanya sekitar 10.000 yuan atau sekitar Rp26,3 juta.

Bahkan pada beberapa hari pertama, pendapatannya hanya berada di kisaran 200 yuan atau sekitar Rp527 ribu.

Kondisi tersebut berubah setelah potongan adegan dan pembahasan mengenai film mulai menyebar luas di internet.

Perbincangan warganet membuat semakin banyak orang penasaran dan ingin melihat langsung film yang disebut memiliki kualitas visual “buruk” tersebut.

Pendapatan Melonjak hingga Rp76,5 Miliar

Lonjakan perhatian di internet akhirnya berdampak langsung terhadap jumlah penonton. Bioskop mulai menambah jadwal pemutaran karena permintaan terhadap film tersebut meningkat.

Sekitar dua minggu setelah pemutaran perdana, pendapatan Niu Lai melonjak drastis.

Berdasarkan data Maoyan yang dipantau pada Kamis (20/8/2026), pendapatan kumulatif film tersebut telah menembus lebih dari 29 juta yuan, atau sekitar Rp76,5 miliar.

Niu Lai bahkan sempat masuk dalam 10 besar box office harian China, bersanding dengan film-film beranggaran besar dan populer seperti The Odyssey serta Spider-Man: Brand New Day.

Fenomena Niu Lai menunjukkan bagaimana kekuatan media sosial dapat mengubah nasib sebuah film. Produksi yang awalnya nyaris tidak mendapat perhatian justru menjadi populer setelah kritik dan lelucon mengenai kualitasnya menyebar luas.

Pada akhirnya, rasa penasaran publik menjadi faktor yang mendorong semakin banyak orang datang ke bioskop untuk menyaksikan sendiri film animasi yang awalnya dianggap “jelek” tersebut.

Bagikan
Berita Terkait

Lagu “honk!” no na Viral, Angkat Budaya Indonesia Lewat “Om Telolet Om” dan Angkot

Jakarta – Girl group asal Indonesia di bawah naungan 88rising, no na, kembali...

Daftar Harga Tiket Konser Kanye West di Jakarta, Mulai Rp1,8 Juta

Jakarta – Kabar yang dinantikan para penggemar akhirnya resmi diumumkan. Rapper sekaligus...

Sinopsis The Odyssey: Perjuangan Odysseus Menembus Takdir

Jakarta – Film The Odyssey garapan sutradara Christopher Nolan menghadirkan adaptasi sinematik dari salah...

Sam Neill, Pemeran Dr. Alan Grant di Jurassic Park, Meninggal Dunia pada Usia 78 Tahun

Jakarta – Dunia perfilman internasional berduka setelah aktor senior asal Selandia Baru, Sam...