Beranda NEWS PT Gag Nikel di Raja Ampat Beroperasi Lagi usai Dihentikan, Ini Alasannya!
NEWS

PT Gag Nikel di Raja Ampat Beroperasi Lagi usai Dihentikan, Ini Alasannya!

PT Gag Nikel di Raja Ampat Beroperasi Lagi usai Dihentikan.
PT Gag Nikel di Raja Ampat Beroperasi Lagi usai Dihentikan.
Bagikan

Jakarta – PT Gag Nikel kembali beroperasi pada setelah sempat berhenti sejak Juni 2025. Keputusan ini menimbulkan sorotan publik, mengingat perusahaan tersebut sebelumnya dinilai merusak kekayaan alam Raja Ampat yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati laut terbaik di dunia.

Tri, salah satu pejabat terkait, membenarkan bahwa aktivitas pertambangan sudah kembali berjalan.
“Sudah, setahu saya (PT Gag Nikel beroperasi kembali). Per hari Rabu,” ujarnya dikutip dari Antara.

Konteks Penghentian

Sebelumnya, pemerintah pusat mengambil langkah tegas terhadap aktivitas tambang di Raja Ampat. Presiden Prabowo Subianto sempat mencabut izin empat perusahaan nikel di wilayah itu, yakni:

  • PT Anugerah Surya Pratama (ASP)
  • PT Mulia Raymond Perkasa (MRP)
  • PT Kawei Sejahtera Mining (KSM)
  • PT Nurham

Keempatnya dicabut izinnya karena terbukti melakukan pelanggaran serius terkait ketentuan lingkungan hidup.

Mengapa PT Gag Nikel Bisa Beroperasi Kembali?

Meski disebut-sebut dalam kasus serupa, PT Gag Nikel ternyata mendapat pengecualian. Ada beberapa alasan utama yang membuat perusahaan ini diizinkan kembali beroperasi:

  1. Status Legal dan Kepemilikan Saham
    PT Gag Nikel merupakan perusahaan patungan yang sahamnya sebagian dimiliki oleh BUMN PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Keterlibatan BUMN ini dianggap memberi jaminan kontrol lebih ketat terhadap praktik operasional.
  2. Komitmen Perbaikan Lingkungan
    Menurut informasi yang beredar, perusahaan ini telah menyerahkan dokumen komitmen terkait pemulihan lahan pascatambang, pengelolaan limbah, serta pemantauan lingkungan secara berkelanjutan.
  3. Nilai Strategis dalam Hilirisasi Nikel
    Pemerintah menilai cadangan nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, termasuk dalam kategori strategis untuk mendukung program hilirisasi mineral yang menjadi prioritas nasional.
  4. Pengawasan Lebih Ketat
    Kementerian ESDM bersama KLHK dikabarkan menyiapkan tim khusus untuk memastikan aktivitas PT Gag Nikel tidak merusak ekosistem Raja Ampat.

Sorotan Publik

Meski kembali beroperasi, kehadiran PT Gag Nikel tetap menuai kritik. Sejumlah aktivis lingkungan dan masyarakat adat menilai aktivitas tambang di wilayah Raja Ampat tetap berisiko tinggi terhadap ekosistem laut, hutan, hingga mata pencaharian nelayan lokal.

Pemerintah pun diminta benar-benar konsisten dalam pengawasan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan yang lebih besar.

Bagikan
Berita Terkait

Prabowo: Pasukan Perdamaian RI Berangkat ke Gaza 1–2 Bulan Ini

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengatakan pasukan perdamaian dari Indonesia yang akan...

Prabowo Tegaskan Indonesia Sahabat Setia AS Meski Berpegang pada Prinsip Non-Blok

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia merupakan sahabat sejati Amerika...

Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Menurut Muhammadiyah, Pemerintah, dan NU

Jakarta – Memasuki bulan suci Ramadan, umat Islam di Indonesia mulai menantikan...

Dino Patti Djalal Nilai Prabowo Bersikap Realistis Terkait Keikutsertaan di Board of Peace

Jakarta – Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, menilai langkah...