Jakarta – Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, menjadi perhatian publik usai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 melawan Argentina. Seusai laga yang berakhir dengan kemenangan dramatis Argentina 3-2, Hassan terlihat menyilangkan kedua tangannya membentuk huruf “X” di pinggir lapangan.
Aksi tersebut langsung memicu berbagai spekulasi. Tak lama setelah melakukan gestur itu, Hassan juga menerima kartu kuning dari wasit François Letexier.
Apa Arti Gestur “X”?
Tanda “X” yang diperagakan Hossam Hassan bukan sekadar ekspresi spontan. Gestur tersebut merupakan bagian dari protokol antirasisme yang diterapkan FIFA dalam pertandingan resmi.
Melalui simbol tersebut, pemain, pelatih, maupun ofisial tim dapat memberi sinyal kepada wasit apabila merasa terjadi dugaan tindakan diskriminasi atau rasisme selama pertandingan.
Dalam regulasi FIFA, isyarat ini menjadi pemicu bagi perangkat pertandingan untuk menjalankan prosedur khusus dalam menangani dugaan insiden rasisme.
Prosedur FIFA Setelah Gestur Dilakukan
Jika gestur “X” dilakukan saat pertandingan masih berlangsung, wasit akan menjalankan beberapa tahapan penanganan, antara lain:
- Mengamati dan menilai situasi yang dilaporkan di lapangan.
- Berkomunikasi dengan pihak yang memberikan isyarat untuk memperoleh penjelasan.
- Berkoordinasi dengan perangkat pertandingan lainnya guna menentukan apakah laga dapat dilanjutkan atau perlu mengambil tindakan lebih lanjut.
Namun dalam pertandingan Argentina kontra Mesir, gestur tersebut dilakukan setelah peluit panjang dibunyikan sehingga tidak memicu penerapan prosedur tersebut.
Hassan Terima Kartu Kuning
Alih-alih dilakukan saat pertandingan berlangsung, Hossam Hassan baru memperlihatkan simbol “X” setelah laga berakhir.
Wasit François Letexier kemudian memberikan kartu kuning kepada pelatih berusia 59 tahun tersebut atas tindakannya di lapangan.
Keputusan itu semakin menambah ketegangan setelah pertandingan yang memang diwarnai sejumlah keputusan kontroversial, termasuk gol Mesir yang dianulir melalui VAR serta gol kemenangan Argentina yang sempat diprotes kubu Mesir.
Kritik Keras terhadap Kepemimpinan Wasit
Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Hassan melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit.
Ia menilai keputusan-keputusan yang diambil sepanjang laga sangat merugikan timnya dan menyebut perjuangan para pemain Mesir seolah tidak mendapatkan perlakuan yang adil.
Bahkan, Hassan melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut turnamen tersebut seperti telah disiapkan untuk menguntungkan Argentina.
Pernyataan tersebut pun langsung menjadi sorotan di berbagai media internasional dan memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola.
Tetap Jadi Perbincangan Usai Laga
Terlepas dari polemik yang muncul, kemenangan 3-2 memastikan Argentina melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026. Sementara itu, Mesir harus mengakhiri perjalanan mereka setelah sempat unggul dua gol sebelum akhirnya gagal mempertahankan keunggulan.
Di luar hasil pertandingan, gestur “X” yang dilakukan Hossam Hassan menjadi salah satu momen yang paling banyak dibahas karena berkaitan dengan penerapan protokol antirasisme FIFA serta kontroversi kepemimpinan wasit dalam laga tersebut.