Jakarta – Belakangan ini, nama Hyrox semakin sering muncul di media sosial. Mulai dari atlet, selebriti, influencer, hingga pecinta kebugaran ramai membagikan pengalaman mereka mengikuti kompetisi yang memadukan lari dan latihan fungsional tersebut.
Setelah sukses digelar di berbagai negara, termasuk Singapura, Hyrox juga telah menyelenggarakan event pertamanya di Jakarta pada 27–28 Juni 2026. Kehadirannya langsung menarik perhatian masyarakat dan membuat banyak orang penasaran dengan olahraga yang disebut-sebut sebagai perpaduan antara ketahanan fisik, kekuatan, dan mental.
Apa Itu Hyrox?
Hyrox merupakan ajang kebugaran internasional yang pertama kali diperkenalkan di Jerman pada 2017 oleh Christian Toetzke dan Moritz Fürste.
Berbeda dengan lomba lari atau kompetisi angkat beban, Hyrox menggabungkan dua elemen utama, yaitu lari sejauh 8 kilometer yang diselingi delapan tantangan latihan fungsional.
Setiap peserta harus menyelesaikan satu kilometer lari sebelum berpindah ke satu stasiun latihan. Delapan tantangan tersebut meliputi:
- SkiErg 1.000 meter
- Sled Push (mendorong kereta beban) 50 meter
- Sled Pull (menarik kereta beban)
- Burpee Broad Jump 80 meter
- Rowing 1.000 meter
- Farmer’s Carry 200 meter
- Sandbag Lunges 100 meter
- Wall Balls 100 repetisi
Kombinasi latihan ini menguji kekuatan, daya tahan, kecepatan, hingga kemampuan menjaga ritme selama perlombaan.
Kenapa Hyrox Bisa Viral?
Popularitas Hyrox tidak lepas dari beberapa faktor yang membuat olahraga ini menarik bagi banyak orang.
1. Bisa Diikuti Berbagai Kalangan
Salah satu keunggulan Hyrox adalah terbuka bagi siapa saja. Baik pemula yang baru serius berolahraga maupun atlet berpengalaman dapat mengikuti kompetisi sesuai kategori masing-masing.
Selain kategori individu, tersedia juga kelas ganda (double) dan estafet (relay) sehingga peserta dapat bertanding bersama teman atau pasangan.
2. Didukung Banyak Atlet dan Selebritas
Popularitas Hyrox semakin meningkat setelah banyak figur publik ikut berpartisipasi dalam berbagai event internasional.
Ajang di Singapura, misalnya, sempat diikuti sejumlah artis dan atlet terkenal sehingga membuat olahraga ini semakin dikenal di Asia.
Media sosial kemudian menjadi salah satu faktor utama yang mendorong semakin banyak orang tertarik untuk mencoba tantangan tersebut.
3. Menguji Konsistensi Latihan
Hyrox bukan jenis kompetisi yang bisa diselesaikan hanya bermodal semangat.
Peserta dituntut memiliki latihan yang konsisten karena kombinasi lari dan latihan kekuatan membutuhkan kondisi fisik yang prima. Oleh karena itu, banyak peserta menjadikan Hyrox sebagai target kebugaran jangka panjang.
4. Komunitas yang Positif
Hal lain yang membuat Hyrox digemari adalah atmosfer kompetisinya.
Meski berbentuk perlombaan, banyak peserta saling memberi semangat hingga garis finis. Budaya komunitas yang suportif menjadi salah satu daya tarik tersendiri, terutama bagi mereka yang baru memulai perjalanan hidup sehat.
Berapa Biaya Mengikuti Hyrox?
Mengikuti Hyrox membutuhkan persiapan fisik sekaligus biaya yang tidak sedikit.
Berdasarkan kisaran harga tiket di Jakarta dan Singapura, berikut estimasi biaya pendaftaran:
| Kategori | Estimasi Harga |
|---|---|
| Open Men/Women | Rp1,7 juta – Rp2,2 juta |
| Pro Men/Women | Rp2,1 juta – Rp2,8 juta |
| Double | Rp1,5 juta – Rp1,9 juta per orang |
| Relay | Rp1,2 juta – Rp1,6 juta per orang |
Biaya tersebut hanya mencakup tiket kompetisi.
Peserta biasanya juga perlu menyiapkan anggaran tambahan untuk latihan di gym, program kebugaran, perlengkapan olahraga, nutrisi, hingga akomodasi apabila mengikuti event di luar kota atau luar negeri.
Lebih dari Sekadar Tren Olahraga
Di balik popularitasnya, Hyrox menawarkan tantangan yang berbeda dibandingkan olahraga kebugaran pada umumnya. Kompetisi ini menggabungkan kekuatan, daya tahan, dan strategi dalam satu rangkaian lomba yang terukur.
Tak heran jika semakin banyak orang menjadikan Hyrox sebagai target latihan sekaligus ajang untuk mengukur perkembangan kemampuan fisik mereka. Dengan format yang dapat diikuti pemula maupun atlet profesional, Hyrox diprediksi akan terus berkembang dan menjadi salah satu tren olahraga terbesar dalam beberapa tahun mendatang.