Beranda NEWS Kemhan Ganti Latsarmil SPPI Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial
NEWS

Kemhan Ganti Latsarmil SPPI Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial

Kemhan Ganti Latsarmil SPPI Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial.
Kemhan Ganti Latsarmil SPPI Jadi Latihan Bela Negara dan Manajerial.
Bagikan

Jakarta – Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi menghentikan program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan sebagai calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Sebagai penggantinya, Kemhan akan menerapkan konsep pelatihan baru yang berfokus pada pembekalan bela negara dan kemampuan manajerial, dengan materi yang telah disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi menyeluruh.

Berganti Nama dan Pendekatan

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa pelatihan tidak lagi menggunakan istilah latihan dasar kemiliteran.

Program tersebut kini diarahkan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial, dengan pendekatan yang lebih relevan terhadap tugas peserta sebagai calon pengelola koperasi.

Latihan Militer Dikurangi

Dalam konsep baru ini, berbagai kegiatan yang bersifat taktis maupun teknis militer akan dikurangi secara signifikan.

Materi seperti latihan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelatihan. Sebagai gantinya, peserta akan lebih banyak mendapatkan pembekalan mengenai:

  • Disiplin dan pembentukan karakter
  • Kepemimpinan
  • Kerja sama tim
  • Tanggung jawab
  • Wawasan kebangsaan
  • Kemampuan manajerial dalam mengelola koperasi

Kemhan menilai materi tersebut lebih sesuai dengan kebutuhan para peserta yang nantinya akan mengelola Koperasi Merah Putih.

Evaluasi Setelah Insiden Peserta Meninggal

Perubahan konsep pelatihan dilakukan setelah Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap program latsarmil.

Evaluasi tersebut menyusul insiden meninggalnya lima peserta selama mengikuti pelatihan.

Selain mengubah materi pembelajaran, Kemhan juga memperkuat aspek pemeriksaan kesehatan peserta sebelum dan selama pelatihan berlangsung.

Pemeriksaan Kesehatan Diperketat

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menyatakan bahwa kondisi kesehatan peserta kini menjadi salah satu perhatian utama.

Setiap peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh agar kemampuan fisik mereka dapat dipetakan sejak awal.

Selanjutnya, satuan TNI yang menjadi penyelenggara pelatihan diwajibkan menyesuaikan intensitas latihan fisik dengan kondisi masing-masing peserta. Penanganan medis juga diminta dilakukan lebih cepat apabila ditemukan peserta yang mengalami gangguan kesehatan.

Fokus pada Pembelajaran yang Adaptif

Selain aspek kesehatan, Kemhan turut mengevaluasi metode pembelajaran agar proses pelatihan berlangsung lebih aman dan efektif.

Ke depan, pelatihan akan dirancang lebih adaptif dan edukatif dengan memperhatikan kondisi psikologis peserta. Metode pembelajaran akan lebih menekankan kerja sama, kemampuan memecahkan masalah, kepemimpinan, serta suasana belajar yang lebih positif.

Melalui perubahan ini, Kemhan berharap peserta tetap memperoleh nilai-nilai kedisiplinan dan bela negara tanpa harus menjalani pelatihan militer yang intensif, sehingga mereka lebih siap menjalankan peran sebagai pengelola koperasi di berbagai daerah.

Bagikan
Berita Terkait

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Tetap Berstatus ASN Meski Jadi Tersangka, Ini Penjelasan Kejagung

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan bahwa mantan Jaksa Agung Muda Tindak...

Trump Nyatakan Kesepakatan Damai dengan Iran Berakhir, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas

Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata...

Pemerintah Masukkan Penyebaran Budaya LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter

Jakarta – Pemerintah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan...

Tapir yang Viral di Mesuji Diduga Dibunuh Warga, Empat Orang Diamankan Polisi

Jakarta – Tapir yang Viral di Mesuji Diduga Dibunuh Warga, Empat Orang...