Beranda NEWS Aksi May Day 2026 Dipindah ke Monas, Ini Alasannya!
NEWS

Aksi May Day 2026 Dipindah ke Monas, Ini Alasannya!

Demonstrasi buruh setiap tanggal 1 Mei.
Demonstrasi buruh setiap tanggal 1 Mei.
Bagikan

Jakarta – Rencana aksi buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 yang semula akan digelar di depan Gedung DPR RI dipastikan berpindah ke kawasan Monumen Nasional.

Keputusan ini disampaikan oleh Said Iqbal dalam konferensi pers daring. Ia menjelaskan bahwa perubahan lokasi dilakukan setelah adanya kesediaan Prabowo Subianto untuk bertemu dan berdialog langsung dengan perwakilan buruh.

Alasan Perubahan Titik Aksi

Menurut Said Iqbal, keputusan memindahkan aksi ke Monas didasari oleh dua alasan utama. Pertama, adanya komitmen Presiden untuk berdiskusi dengan buruh terkait berbagai tuntutan yang telah diajukan.

Dalam pertemuan tersebut, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) membawa 11 isu penting yang menjadi perhatian pekerja. Beberapa di antaranya disebut sedang dipertimbangkan oleh pemerintah.

Alasan kedua, buruh ingin mendapatkan jawaban langsung dari Presiden terkait isu-isu krusial tersebut dalam momentum May Day.

Perkiraan Jumlah Massa

Said Iqbal memperkirakan jumlah massa yang hadir di Monas akan mencapai ratusan ribu orang. Sekitar 50.000 buruh diprediksi datang dari wilayah Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung Raya, hingga Cirebon Raya.

Selain di Jakarta, aksi May Day juga akan digelar secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, mencakup 38 provinsi dan lebih dari 350 kabupaten/kota.

Imbauan Aksi Damai

Dalam kesempatan tersebut, Said Iqbal juga mengimbau seluruh buruh yang mengikuti aksi untuk menjaga ketertiban dan menghindari tindakan anarkis.

Ia menegaskan bahwa peringatan May Day harus berlangsung secara damai, penuh semangat perjuangan, serta tetap menghormati kepentingan masyarakat luas.

Bagikan
Berita Terkait

5 Hasil Kesepakatan Utama Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump

Jakarta – Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden...

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Jakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar...

Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki BBM di Sumsel Tewaskan 16 Orang

Jakarta – Kecelakaan tragis melibatkan bus ALS dan truk tangki bahan bakar...

Pemerintah Gandeng New Media sebagai Mitra, Sejumlah Kreator Digital Bantah Terlibat

Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, M Qodari, mengungkapkan bahwa...