Beranda NEWS Ayatollah Khamenei Terisolasi, Komando Elit Iran Tewas Diserang Israel
NEWS

Ayatollah Khamenei Terisolasi, Komando Elit Iran Tewas Diserang Israel

Sosok pemimpin negara Iran, Ayatollah Khamenei.
Sosok pemimpin negara Iran, Ayatollah Khamenei.
Bagikan

Jakarta – Serangkaian serangan udara Israel telah menyebabkan gugurnya sejumlah tokoh militer penting Iran, menciptakan kekosongan besar dalam lingkaran inti pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Kematian mereka bukan hanya kehilangan personal, tapi juga guncangan strategis terhadap struktur kekuasaan Republik Islam Iran.

Serangan pada Jumat, 13 Juni 2025, menewaskan beberapa jenderal Garda Revolusi Islam (IRGC), termasuk Komandan Garda Revolusi Hossein Salami, kepala program rudal Amir Ali Hajizadeh, dan kepala intelijen Mohammad Kazemi. Selain itu, kepala staf angkatan bersenjata Mohammad Bagheri dan kepala staf perang Iran Jenderal Ali Shadmani juga dilaporkan tewas. Shadmani sebelumnya baru ditunjuk menggantikan Letjen Gholam Ali Rashid yang tewas dalam serangan Israel sepekan sebelumnya.

Menurut lima narasumber yang dekat dengan proses pengambilan keputusan Khamenei, kematian para penasihat ini memperparah isolasi sang pemimpin, yang kini berusia 86 tahun. Sumber-sumber tersebut juga menyebut bahwa hilangnya figur-figur penting ini dapat menimbulkan risiko kesalahan kalkulasi strategis dalam kebijakan luar negeri dan pertahanan.

Garda Revolusi, yang bertanggung jawab langsung kepada Ayatollah Khamenei, selama ini menjadi tulang punggung kekuasaan politik dan militer Iran, terutama dalam menghadapi ancaman eksternal dan menjaga stabilitas dalam negeri. Hilangnya para jenderal senior dapat mengguncang keseimbangan internal dan memperlemah koordinasi komando elit militer Iran.

“Ini adalah momen krusial. Kematian para penasihat senior telah meninggalkan kekosongan berbahaya dalam struktur kepemimpinan militer Iran,” ujar seorang sumber internal di Tehran.

Alex Vatanka, Direktur Program Iran di Middle East Institute, menggambarkan Khamenei sebagai figur yang keras kepala namun sangat hati-hati. Namun dalam kondisi saat ini, bahkan kehati-hatian tersebut tampaknya diuji secara ekstrem.

Tantangan ini datang di tengah negosiasi nuklir Iran yang belum juga menemukan titik terang, serta eskalasi konflik regional yang kian memanas. Kematian Salami dan Hajizadeh, yang memegang kendali strategis atas pengembangan rudal dan operasi luar negeri, memperparah ketidakpastian tentang arah kebijakan Iran selanjutnya.

Dengan krisis yang terus memburuk, masa depan Ayatollah Khamenei dan stabilitas politik Iran berada dalam tekanan besar. Banyak analis memperkirakan bahwa kekosongan di jajaran militer tertinggi bisa mengubah peta kekuasaan di Iran serta memicu gejolak baru di Timur Tengah.

Bagikan
Berita Terkait

5 Hasil Kesepakatan Utama Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump

Jakarta – Pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden...

Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp5,6 Triliun

Jakarta – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar...

Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki BBM di Sumsel Tewaskan 16 Orang

Jakarta – Kecelakaan tragis melibatkan bus ALS dan truk tangki bahan bakar...

Pemerintah Gandeng New Media sebagai Mitra, Sejumlah Kreator Digital Bantah Terlibat

Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, M Qodari, mengungkapkan bahwa...