Beranda NEWS Kebakaran Hutan Terparah dalam Sejarah Korea Selatan Tewaskan 18 Orang dan Hanguskan Ribuan Hektar
NEWS

Kebakaran Hutan Terparah dalam Sejarah Korea Selatan Tewaskan 18 Orang dan Hanguskan Ribuan Hektar

Ilustrasi. Kebakaran hutan di Korea Selatan menyebabkan 4 orang tewas. Korban terdiri dari 3 pemadam kebakaran dan 1 pegawai negeri. (Foto:REUTERS/KYODO)
Ilustrasi. Kebakaran hutan di Korea Selatan menyebabkan 4 orang tewas. Korban terdiri dari 3 pemadam kebakaran dan 1 pegawai negeri. (Foto:REUTERS/KYODO)
Bagikan

Korea Selatan sedang berduka akibat kebakaran hutan besar yang melanda wilayah selatan sejak Jumat (21/3). Bencana ini telah menelan 18 korban jiwa, termasuk empat petugas pemadam kebakaran, serta memaksa 27.000 warga mengungsi. Api yang menyebar cepat telah menghancurkan lebih dari 200 bangunan, termasuk Kuil Gounsa yang berusia 1.300 tahun di Uiseong, dan menghanguskan lebih dari 43.000 hektare lahan.

Upaya Pemadaman yang Terus Berlangsung

Pemerintah Korea Selatan telah mengerahkan 4.600 petugas pemadam kebakaran dan tentara, didukung 130 helikopter, untuk mengendalikan kobaran api. Namun, kondisi angin kencang dan udara kering membuat upaya pemadaman menjadi sangat sulit. Beberapa wilayah sempat berhasil diamankan, tetapi angin kembali memperparah kebakaran, terutama di Andong, Uiseong, Sancheong, dan Ulsan.

Pejabat sementara Presiden Han Duck-soo menyatakan kekhawatiran bahwa api masih mungkin meluas. “Kami terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait,” ujarnya.

Penyebab dan Dampak Kebakaran

Pihak berwenang menduga kebakaran dipicu oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran rumput liar atau percikan api dari pekerjaan pengelasan. Dampaknya sangat parah, mengingat kebakaran ini termasuk salah satu yang terburuk dalam sejarah Korea Selatan.

Selain korban jiwa dan kerusakan properti, kebakaran juga mengancam ekosistem dan kehidupan masyarakat setempat. Banyak warga kehilangan rumah dan sumber penghidupan, sementara warisan budaya seperti Kuil Gounsa turut menjadi korban.

Harapan dari Prediksi Cuaca

Pemerintah berharap hujan ringan yang diprediksi turun pada Kamis (27/3) dapat membantu meredakan api, meskipun diperkirakan tidak cukup untuk memadamkannya sepenuhnya. Sementara itu, evakuasi dan bantuan kemanusiaan terus dilakukan untuk warga yang terdampak.

Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap kebakaran hutan, terutama di musim kering. Korea Selatan berkomitmen untuk memperkuat sistem pencegahan dan penanganan kebakaran demi mengurangi risiko serupa di masa depan.

Bagikan
Berita Terkait

Kenaikan Gaji Petugas Damkar Jakarta: Apresiasi untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kabar gembira bagi petugas pemadam kebakaran (damkar)...

Sutradara Palestina Pemenang Oscar Dibebaskan Setelah Ditahan dan Disiksa oleh Tentara Israel

Hamdan Ballal, salah satu sutradara film dokumenter pemenang Oscar No Other Land,...

Saudi Siapkan Ambulans Udara Darurat di Masjidil Haram untuk Musim Haji dan Umrah

Otoritas Bulan Sabit Merah Arab Saudi (Saudi Red Crescent Authority/SRCA) — organisasi...

Penyalahgunaan Tiket Mudik Gratis ke Pulau Raas Marak, Pemudik Terpaksa Bayar hingga Rp 380 Ribu

Program mudik gratis yang diselenggarakan untuk warga Pulau Raas, Sumenep, kembali menuai...