Otoritas Bulan Sabit Merah Arab Saudi (Saudi Red Crescent Authority/SRCA) — organisasi kemanusiaan setara Palang Merah Indonesia (PMI) — berhasil menguji pendaratan ambulans udara di helipad baru di area Perluasan Ketiga Masjidil Haram, Makkah. Fasilitas ini disiapkan untuk evakuasi cepat jemaah sakit atau terluka selama musim haji dan umrah.
Fungsi Ambulans Udara di Masjidil Haram
Ambulans udara ini bertugas memindahkan pasien dari Masjidil Haram ke rumah sakit terdekat dalam waktu singkat. Dengan jumlah jemaah yang bisa mencapai jutaan orang, layanan ini sangat penting untuk penanganan darurat, terutama saat musim puncak haji dan umrah.
Perluasan Ketiga Masjidil Haram
Proyek Perluasan Ketiga Masjidil Haram dimulai pada 2011 di era Raja Abdullah dan dilanjutkan Raja Salman. Area ini baru dioperasikan tahun 2024 dan meningkatkan kapasitas masjid dari 700 ribu menjadi 2,5 juta jemaah. Pembangunan ini meliputi perluasan lantai salat, koridor baru, serta fasilitas pendukung seperti helipad darurat.
Sejarah Perluasan Masjidil Haram
- Perluasan Pertama (1955-1973) Dilakukan di era Raja Saud dan Raja Faisal, menjadi fondasi modernisasi masjid.
- Perluasan Kedua (1982-2005) Di masa Raja Fahd, menambah kapasitas besar-besaran dan pembangunan menara baru.
- Perluasan Ketiga (2011-2024) Fokus pada peningkatan kapasitas dan teknologi, termasuk sistem evakuasi medis canggih.
Dengan tambahan ambulans udara, Arab Saudi semakin memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah haji dan umrah. Inovasi ini memperkuat posisi Makkah sebagai kota dengan layanan ibadah terbaik di dunia.