Beranda OTOMOTIF Apa Saja yang Dicek Saat Servis Mobil Listrik? Ini Penjelasannya!
OTOMOTIF

Apa Saja yang Dicek Saat Servis Mobil Listrik? Ini Penjelasannya!

Apa Saja yang Dicek Saat Servis Mobil Listrik? Ini Penjelasannya!
Apa Saja yang Dicek Saat Servis Mobil Listrik? Ini Penjelasannya!
Bagikan

Jakarta – Mobil listrik dikenal lebih efisien, minim perawatan, dan ramah lingkungan. Meski tidak menggunakan oli mesin atau sistem bahan bakar seperti kendaraan konvensional, mobil listrik tetap membutuhkan servis rutin agar performanya tetap optimal dan aman digunakan.

Servis mobil listrik lebih berfokus pada sistem kelistrikan, baterai, serta perangkat elektronik yang saling terintegrasi. Berikut komponen yang biasanya diperiksa saat servis rutin.

Apa Saja yang Dicek Saat Servis Mobil Listrik?

1. Pemeriksaan Sistem Elektronik dan Software

Teknisi akan melakukan diagnosa menyeluruh menggunakan alat khusus untuk memeriksa sistem elektronik dan perangkat lunak. Pemeriksaan ini mencakup sistem manajemen baterai, sistem pengisian daya, hingga modul kontrol utama.

Jika ditemukan gangguan atau bug, teknisi akan melakukan pembaruan software (update) untuk memastikan sistem tetap stabil dan mencegah masalah di kemudian hari.

2. Pengecekan Kesehatan Baterai dan Sistem Pengisian

Baterai merupakan komponen paling vital pada mobil listrik. Saat servis, teknisi akan memeriksa tegangan tiap sel baterai untuk memastikan tidak ada sel yang rusak atau mengalami degradasi berlebihan. Suhu kerja baterai juga dipantau guna mencegah risiko overheating.

Selain itu, kabel, port pengisian, dan konektor charger turut diperiksa untuk memastikan tidak ada korosi atau kelonggaran. Pada mobil yang menggunakan sistem pendingin baterai, cairan pendingin (coolant) juga diganti secara berkala agar suhu baterai tetap stabil.

3. Pemeriksaan Rem dan Ban

Walaupun tidak menggunakan mesin konvensional, komponen mekanis seperti rem dan ban tetap membutuhkan perhatian serius. Bobot mobil listrik yang cenderung lebih berat karena baterai dapat membuat tekanan ban lebih cepat berkurang dan tapaknya lebih cepat aus.

Sistem pengereman regeneratif memang membantu memperlambat kendaraan sekaligus mengisi daya baterai, tetapi rem fisik tetap harus dicek secara rutin. Pemeriksaan mencakup cakram, kampas rem, serta cairan rem agar sistem pengereman tetap responsif dan aman.

4. Pemeriksaan Sistem Pendingin, Filter, dan Aki 12V

Servis mobil listrik juga mencakup pengecekan sistem pendingin kabin, filter udara, serta aki 12V. Aki 12V berfungsi untuk menghidupkan komponen elektronik seperti lampu, wiper, dan sistem audio.

Jika aki melemah, berbagai sistem elektronik dapat terganggu. Selain itu, teknisi juga memastikan sistem AC bekerja optimal karena suhu kabin yang stabil turut berpengaruh terhadap kenyamanan dan efisiensi daya.

Permasalahan Umum yang Sering Terjadi pada Mobil Listrik

Selain memahami komponen yang dicek saat servis, penting juga mengetahui beberapa kendala umum yang bisa terjadi seiring waktu.

1. Degradasi Baterai

Penurunan kapasitas baterai merupakan masalah paling umum. Seiring waktu, daya tampung baterai dapat menurun sekitar 5–10 persen setelah beberapa tahun pemakaian.

Akibatnya, jarak tempuh kendaraan menjadi lebih pendek. Untuk memperlambat degradasi, sebaiknya hindari mengisi daya hingga 100 persen terlalu sering atau membiarkan baterai benar-benar habis.

2. Masalah pada Sistem Pengisian Daya

Konektor pengisian dan sistem charger dapat mengalami aus, korosi, atau gagal mengenali perangkat charger. Kecepatan pengisian juga bisa melambat akibat suhu baterai yang terlalu tinggi, terutama jika sering menggunakan fast charging.

3. Gangguan Software dan Sensor

Mobil listrik sangat bergantung pada sistem komputer dan sensor digital. Bug pada software, error pada sistem manajemen energi, atau gangguan komunikasi antar sensor dapat memunculkan notifikasi kesalahan di layar meski kondisi fisik kendaraan normal. Karena itu, pembaruan software menjadi bagian penting dalam servis rutin.

4. Keausan Ban dan Rem

Torsi motor listrik yang langsung tersalurkan tanpa jeda dapat membuat ban lebih cepat aus, terutama jika pengemudi sering berakselerasi secara mendadak. Pemeriksaan rutin pada ban dan sistem pengereman tetap diperlukan demi keselamatan.

5. Pengaruh Suhu Ekstrem terhadap Baterai

Suhu ekstrem dapat memengaruhi performa dan keamanan baterai. Pada cuaca panas, baterai bekerja lebih keras dan berisiko mengalami overheating. Sebaliknya, pada suhu dingin, daya baterai bisa menurun drastis sehingga jarak tempuh menjadi lebih pendek.

Karena itu, sistem pendingin baterai harus selalu dalam kondisi prima untuk menjaga suhu tetap ideal.

Itulah komponen yang dicek saat servis mobil listrik beserta permasalahan umum yang perlu diwaspadai. Pastikan rutin membawa mobil listrik ke bengkel resmi agar performa dan keamanan kendaraan tetap terjaga.

Bagikan
Berita Terkait

Waspada! 5 Ciri Mesin Mobil Mulai Lelah, Jangan Tergiur Harga Murah

Jakarta – Membeli mobil bekas memang menggiurkan karena harganya lebih bersahabat. Namun,...

Jarang Dipakai Bukan Berarti Aman, Komponen Mobil Ini Justru Cepat Rusak!

Jakarta – Banyak orang beranggapan mobil yang jarang digunakan akan lebih tahan...

Mengenal Spesifikasi Jetour T2, SUV yang Terlibat Insiden di Tol Jagorawi

Jakarta – Peristiwa kecelakaan yang melibatkan Jetour T2 hingga terbakar di ruas...

Waspada! 5 Tanda Mobil Bekas yang Sebaiknya Langsung Kamu Tinggalkan

Jakarta – Mobil bekas kerap jadi solusi buat yang ingin punya kendaraan...