Legenda tinju dunia, George Foreman, meninggal dunia pada Jumat (21/3) di usia 76 tahun. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak keluarga sang petinju. Foreman dikenal sebagai salah satu petinju terhebat dalam sejarah olahraga tinju, dengan karier gemilang yang mencakup gelar juara dunia dan medali emas Olimpiade. Namun, hingga saat ini, penyebab kematiannya belum diumumkan secara resmi. Kabar yang beredar menyebutkan bahwa kondisi kesehatan Foreman telah menurun sejak tahun 2023.
George Foreman menjadi terkenal setelah memenangkan medali emas di Olimpiade Meksiko 1968. Prestasi ini menjadi awal dari karier profesionalnya yang penuh dengan pencapaian besar. Pada tahun 1973, Foreman berhasil merebut sabuk juara kelas berat WBC dan WBA setelah mengalahkan Joe Frazier dalam pertandingan yang berlangsung di Kingston, Jamaika. Kemenangan ini membuatnya menjadi salah satu petinju paling ditakuti pada masanya.
Namun, karier Foreman sempat mengalami titik balik ketika dia kalah dari Muhammad Ali dalam pertandingan legendaris “The Rumble in the Jungle” pada tahun 1974. Pertandingan yang digelar di Kinshasa, Zaire (sekarang Republik Demokratik Kongo), tersebut menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah tinju. Meski kalah, Foreman tetap diakui sebagai salah satu petinju terbaik sepanjang masa.
Setelah pensiun dari tinju pada tahun 1977, Foreman memutuskan untuk kembali ke ring pada tahun 1987. Keputusannya ini menuai banyak kritik, namun Foreman membuktikan bahwa dirinya masih mampu bersaing di level tertinggi. Pada tahun 1994, di usia 45 tahun, dia berhasil merebut kembali gelar juara kelas berat dengan mengalahkan Michael Moorer. Kemenangan ini menjadikannya juara tinju kelas berat tertua dalam sejarah.
Selain dikenal sebagai petinju, George Foreman juga sukses sebagai pengusaha. Namanya melekat pada produk pemanggang roti “George Foreman Grill” yang terjual jutaan unit di seluruh dunia. Produk ini tidak hanya membuatnya kaya raya, tetapi juga mengukuhkan namanya sebagai salah satu selebritas yang sukses di luar dunia olahraga.
Kabar meninggalnya George Foreman menimbulkan duka mendalam di kalangan penggemar tinju dan dunia olahraga secara umum. Banyak tokoh olahraga dan mantan lawan tinjunya memberikan penghormatan terakhir. Muhammad Ali, yang sempat menjadi rival terbesarnya, pernah menyebut Foreman sebagai salah satu petinju terkuat yang pernah dia hadapi.
Foreman meninggalkan warisan besar dalam dunia tinju dan olahraga. Prestasinya di ring, semangatnya yang tak pernah padam, dan kesuksesannya di luar ring menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dia juga dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan selalu bersyukur atas segala pencapaian yang diraihnya.
Hingga saat ini, pihak keluarga belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab kematian George Foreman. Mereka meminta privasi dan doa dari publik selama masa berkabung. Pemakaman Foreman rencananya akan digelar secara tertutup, hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat.
Dunia tinju kehilangan salah satu legenda terbesarnya. George Foreman akan selalu dikenang sebagai petinju yang tangguh, inspiratif, dan penuh dedikasi. Selamat jalan, Champ! 🥊🙏