Jakarta – Jagat media sosial baru-baru ini diramaikan oleh video mengharukan yang merekam momen perpisahan para pekerja PT Krakatau Osaka Steel (KOS). Dalam tayangan tersebut, tampak para karyawan saling berpelukan, berfoto dengan pesan-pesan perpisahan, hingga saling menandatangani seragam kerja. Suasana hangat sekaligus sarat kesedihan itu menjadi penanda berakhirnya masa bakti mereka seiring dengan kabar penutupan pabrik dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal.
Merespons kehebohan ini, berbagai pihak terkait mulai dari pemerintah, perwakilan pengusaha, hingga serikat pekerja turut angkat bicara. Berikut adalah rangkuman fakta di baliknya:
1. Konfirmasi Pemerintah: Arahan Langsung dari Jepang
Kabar penutupan pabrik ini sejatinya telah dibenarkan oleh pemerintah. Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengungkapkan bahwa keputusan penutupan KOS tidak lepas dari kondisi finansial perusahaan induknya, Osaka Steel, di Jepang.
Menurut Faisol, kantor pusat di Jepang menarik kesimpulan bahwa perusahaan tengah mengalami kesulitan keuangan dan tidak lagi mampu bersaing di kerasnya industri baja global, sehingga penutupan operasional menjadi langkah yang harus diambil.
2. Sikap Kadin Indonesia: Telusuri Fakta & Soroti Tekanan Industri
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia saat ini masih melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan status operasional dan kondisi riil di lapangan. Wakil Ketua Umum Kadin, Erwin Aksa, menegaskan bahwa jika PHK massal ini benar terjadi, hal tersebut akan menjadi lampu kuning bagi dunia usaha.
Erwin memaparkan sejumlah faktor yang kerap mencekik industri baja dalam negeri, antara lain:
- Tingginya tekanan biaya produksi, khususnya energi dan bahan baku.
- Gempuran produk baja impor yang harganya jauh lebih murah.
- Kondisi overcapacity (kelebihan kapasitas) di pasar internasional.
- Pemulihan permintaan domestik yang berjalan lambat.
Di tengah situasi sulit ini, Kadin mendesak agar perusahaan tetap transparan dan mengutamakan pemenuhan hak-hak karyawan yang terdampak. Kadin juga mendorong pemerintah untuk memperkuat perlindungan pasar domestik, menekan biaya logistik, serta mempercepat penyerapan produk lokal melalui proyek strategis nasional.
3. Respons Serikat Pekerja
Di sisi lain, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait penutupan pabrik maupun PHK massal di KOS. Namun, ia memastikan serikat pekerja akan segera turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.
4. Sekilas Tentang PT Krakatau Osaka Steel
Berlokasi di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, PT Krakatau Osaka Steel merupakan perusahaan joint venture (patungan) antara Osaka Steel Co., Ltd. asal Jepang dengan perusahaan BUMN PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Pabrik yang berdiri sejak 2012 dan mulai beroperasi secara komersial pada 2016 ini menelan nilai investasi sekitar US$ 200 juta. Sebelum ditutup, KOS memiliki kapasitas produksi mencapai 500 ribu ton per tahun dan menjadi tempat bergantung bagi sekitar 170 tenaga kerja.