Beranda BISNIS Bank Mandiri Alokasikan Rp 43,5 Triliun Dividen dari Laba 2024
BISNIS

Bank Mandiri Alokasikan Rp 43,5 Triliun Dividen dari Laba 2024

Ilustrasi Bank Mandiri. (Foto; Dok.Bank Mandiri)
Ilustrasi Bank Mandiri. (Foto; Dok.Bank Mandiri)
Bagikan

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar baru-baru ini, PT Bank Mandiri Tbk memutuskan pembagian dividen sebesar 78% dari laba tahun buku 2024, senilai Rp43,5 triliun atau Rp466,18 per saham. Sisa laba sebesar 22% (Rp12,27 triliun) akan dipertahankan sebagai laba ditahan perusahaan.

Kinerja Keuangan 2024

Bank pelat merah ini mencatat laba bersih Rp55,8 triliun pada tahun 2024, tumbuh 1,31% dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih mencapai Rp102 triliun (naik 6,12% yoy), sementara pendapatan non-bunga tumbuh 4,12% menjadi Rp42,3 triliun.

Pertumbuhan Dana dan Kredit

  • Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,73% menjadi Rp1.699 triliun
  • Komposisi dana murah (CASA) mencapai 80,3%
  • Tabungan masyarakat meningkat 13,4% dan giro tumbuh 3,6%

Di sisi penyaluran kredit, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan 19,5% menjadi Rp1.670,55 triliun. Segmen korporasi menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan 25,5% menjadi Rp913,3 triliun.

Strategi dan Prospek

Direktur Utama Bank Mandiri menyatakan pertumbuhan ini didorong oleh strategi diversifikasi bisnis dan digitalisasi layanan. “Kami akan terus memperkuat ekosistem digital banking untuk mendukung pertumbuhan di tahun 2025,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Bank Mandiri juga berencana memperkuat penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas seperti infrastruktur, UMKM, dan green economy seiring dengan prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap positif.

Dengan pembagian dividen yang besar ini, Bank Mandiri menunjukkan komitmennya untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham sambil tetap mempertahankan cadangan yang memadai untuk pengembangan bisnis di masa depan.

Bagikan
Berita Terkait

10 Saham yang Berpotensi Diuntungkan Saat Rupiah Melemah terhadap Dolar AS

Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sering kali...

Eks Dirut BRI Ventures Nicko Widjaja Surati Presiden Prabowo Usai Divonis dalam Kasus Investasi TaniHub

Jakarta – Mantan Direktur Utama BRI Ventures, Nicko Widjaja, menyampaikan surat terbuka kepada...

Seskab Teddy Ungkap Tiga Alasan Kenaikan Harga Pertamax, Sebut Dipengaruhi Harga Minyak Dunia

Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan alasan di balik kenaikan harga bahan...

Pelemahan Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Akademisi Soroti Pentingnya Komunikasi Pemerintah

Jakarta – Melemahnya nilai tukar rupiah hingga menembus kisaran Rp18.000 per dolar Amerika...