Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan menarik pada sejumlah saham selama periode perdagangan 22–24 Desember 2025. Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara mingguan mengalami koreksi 0,83 persen, sejumlah emiten justru membukukan kenaikan harga yang signifikan.
IHSG tercatat ditutup melemah di level 8.537,911, turun dari posisi pekan sebelumnya di 8.609,551. Namun di tengah tekanan pasar tersebut, terdapat 10 saham yang mampu menguat lebih dari 17 persen dalam sepekan, menunjukkan adanya peluang selektif di pasar saham.
ATAP Pimpin Penguatan dengan Lonjakan Tertinggi
Saham PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) menjadi bintang utama pekan ini. Harga saham ATAP melesat 94,61 persen, naik tajam dari Rp334 menjadi Rp650 per saham.
Posisi kedua ditempati PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) yang mencatat kenaikan 39,87 persen, dari Rp153 menjadi Rp214 per saham. Meski kenaikannya terpaut jauh dari ATAP, performa MGNA tetap tergolong kuat di tengah kondisi IHSG yang melemah.
Sementara itu, PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) berada di peringkat ketiga dengan penguatan 32,72 persen, membawa harga sahamnya naik ke level Rp645.
Daftar Lengkap Saham Top Gainers Pekan 22–24 Desember 2025
Mengacu pada data statistik BEI yang dirilis Kamis (25/12/2025), berikut daftar lengkap saham dengan kenaikan tertinggi selama sepekan:
- PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) naik 94,61% ke Rp650
- PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) naik 39,87% ke Rp214
- PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) naik 32,72% ke Rp645
- PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) naik 31,25% ke Rp630
- PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV) naik 24,79% ke Rp146
- PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) naik 24,32% ke Rp276
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 22,87% ke Rp5.050
- PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk (YULE) naik 22,22% ke Rp3.300
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik 20,94% ke Rp2.050
- PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) naik 17,50% ke Rp282
Pasar Terkoreksi, Saham Selektif Tetap Bersinar
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun IHSG mengalami tekanan, pergerakan saham individual tetap memberikan peluang cuan bagi investor yang jeli. Lonjakan harga pada saham-saham tertentu menandakan adanya sentimen positif spesifik emiten, baik dari sisi fundamental, aksi korporasi, maupun spekulasi pasar menjelang akhir tahun.
Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor disarankan tetap mencermati risiko serta melakukan analisis menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi, terutama pada saham yang mencatatkan kenaikan tajam dalam waktu singkat.