Beranda BISNIS Pertamax Oplosan, Konsumen Rugi Triliunan!
BISNIS

Pertamax Oplosan, Konsumen Rugi Triliunan!

Koruptor Pertamina (foto:Antara)
Koruptor Pertamina (foto:Antara)
Bagikan

Kasus dugaan pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax (RON 92) dengan Pertalite (RON 90) oleh oknum di PT Pertamina Patra Niaga telah menimbulkan kerugian signifikan bagi konsumen. Peneliti Ekonomi dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, memperkirakan kerugian konsumen mencapai Rp47,6 miliar per hari atau sekitar Rp17,4 triliun per tahun.

Perhitungan ini didasarkan pada selisih harga antara Pertamax dan Pertalite, dikalikan dengan volume konsumsi harian Pertamax. Selain itu, potensi Produk Domestik Bruto (PDB) yang hilang akibat kerugian konsumen ini diperkirakan mencapai Rp13,4 triliun.

Praktik pengoplosan ini tidak hanya merugikan konsumen dari sisi finansial, tetapi juga berpotensi menyebabkan kerusakan pada mesin kendaraan. Jika faktor kerusakan mesin diperhitungkan, total kerugian konsumen dapat mencapai Rp20 hingga Rp25 triliun per tahun.

Menanggapi situasi ini, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta dan CELIOS membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan. Hingga 28 Februari 2025, telah diterima 426 pengaduan secara daring.

Kasus ini menunjukkan bahwa kerugian akibat praktik pengoplosan BBM tidak hanya dirasakan oleh negara, tetapi juga oleh konsumen secara langsung. Oleh karena itu, diperlukan tindakan tegas dan transparansi dari pihak terkait untuk mengatasi permasalahan ini.

Bagikan
Berita Terkait

10 Saham yang Berpotensi Diuntungkan Saat Rupiah Melemah terhadap Dolar AS

Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sering kali...

Eks Dirut BRI Ventures Nicko Widjaja Surati Presiden Prabowo Usai Divonis dalam Kasus Investasi TaniHub

Jakarta – Mantan Direktur Utama BRI Ventures, Nicko Widjaja, menyampaikan surat terbuka kepada...

Seskab Teddy Ungkap Tiga Alasan Kenaikan Harga Pertamax, Sebut Dipengaruhi Harga Minyak Dunia

Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan alasan di balik kenaikan harga bahan...

Pelemahan Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Akademisi Soroti Pentingnya Komunikasi Pemerintah

Jakarta – Melemahnya nilai tukar rupiah hingga menembus kisaran Rp18.000 per dolar Amerika...