Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, meminta pasar tetap tenang menyikapi pergerakan pasar modal yang terjadi pada Selasa, 18 Maret 2025. Hal ini disampaikan usai Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham (trading halt) akibat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 5 persen. Dasco menegaskan bahwa langkah ini adalah mekanisme otomatis yang telah terjadi sebelumnya, termasuk saat pandemi COVID-19.
“Kami melakukan kunjungan ke BEI hari ini untuk memberikan dukungan dan meyakinkan pasar agar tetap tenang. Koreksi IHSG sebesar 5 persen ini memicu pembekuan otomatis, dan ini bukan kali pertama terjadi. Sudah pernah terjadi sebelumnya, termasuk pada masa pandemi COVID-19,” ujar Dasco di BEI Jakarta, Selasa (18/3).
Dasco menjelaskan bahwa DPR terus mendukung pemerintah dalam mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembalikan stabilitas pasar. Ia berharap langkah ini dapat membantu menenangkan sentimen investor dan mencegah kepanikan yang berlebihan. “Mudah-mudahan ini dapat membantu menenangkan pasar,” tambahnya.
Penurunan IHSG lebih dari 5 persen ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian global, fluktuasi harga komoditas, dan ketegangan geopolitik. Selain itu, faktor internal seperti melemahnya nilai tukar rupiah dan kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi Indonesia juga turut memengaruhi sentimen investor. Sebanyak 554 saham tercatat melemah, sementara hanya 97 saham yang menguat, dan 143 saham bergerak stagnan. Seluruh sektor pasar saham terpantau berada di zona merah, dengan sektor utilitas dan bahan baku menjadi yang terparah.
BEI memastikan bahwa penghentian sementara perdagangan adalah langkah normal untuk mencegah kerugian lebih besar dan memberikan waktu bagi investor untuk mengevaluasi situasi pasar. “Kami akan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas pasar,” kata Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad.
Analis pasar menyarankan agar investor tetap tenang dan tidak panik dalam menghadapi situasi ini. Mereka menekankan pentingnya evaluasi portofolio dan fokus pada strategi investasi jangka panjang, mengingat volatilitas pasar yang tinggi. “Investor sebaiknya tidak terburu-buru mengambil keputusan emosional. Evaluasi dan pertimbangkan langkah-langkah yang tepat,” ujar seorang analis.
Dukungan dari DPR dan langkah-langkah stabilisasi yang diambil oleh BEI diharapkan dapat memulihkan kepercayaan investor dan mengembalikan stabilitas pasar saham Indonesia. Semoga situasi ini segera membaik dan pasar dapat kembali bergerak positif.