Jakarta – Golongan darah tidak hanya berperan dalam kebutuhan medis seperti transfusi, tetapi juga berkaitan dengan risiko kesehatan tertentu. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa jenis golongan darah dapat memengaruhi kemungkinan seseorang mengalami penyakit jantung.
Menurut American Heart Association, individu dengan golongan darah A, B, dan AB memiliki kecenderungan risiko lebih tinggi terhadap gangguan jantung dibandingkan pemilik golongan darah O. Risiko tersebut mencakup serangan jantung hingga gagal jantung.
Dalam studi yang dirilis pada 2020, disebutkan bahwa pemilik golongan darah A dan B memiliki peluang sekitar 8 persen lebih tinggi mengalami serangan jantung, serta 10 persen lebih berisiko mengalami gagal jantung. Selain itu, mereka juga lebih rentan terhadap gangguan pembekuan darah, seperti trombosis vena dalam dan emboli paru—dua kondisi serius yang dapat berdampak pada kesehatan jantung.
Penjelasan ilmiah terkait hal ini datang dari Douglas Guggenheim, ahli hematologi dari Penn Medicine. Ia menyebut bahwa golongan darah A, B, dan AB cenderung memiliki tingkat peradangan yang lebih tinggi. Protein tertentu dalam darah diduga berkontribusi pada penebalan atau penyumbatan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko pembekuan darah.
Di sisi lain, pemilik golongan darah O disebut memiliki risiko yang relatif lebih rendah terhadap penyakit jantung dan pembekuan darah. Namun, hal ini bukan berarti mereka sepenuhnya aman. Golongan darah O justru dikaitkan dengan risiko perdarahan yang lebih tinggi, termasuk pada kondisi tertentu seperti setelah persalinan atau cedera berat.
Penelitian lain juga menemukan bahwa golongan darah AB berpotensi memiliki kaitan dengan gangguan kognitif, seperti penurunan daya ingat dan kesulitan berkonsentrasi.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa golongan darah bukanlah faktor utama penentu kesehatan jantung. Gaya hidup tetap menjadi aspek paling berpengaruh, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, hingga tingkat stres.
Dr. Guggenheim menekankan bahwa tidak ada rekomendasi khusus terkait gaya hidup berdasarkan golongan darah. Ia menyarankan semua orang tetap menjalani pola hidup sehat sebagai langkah utama menjaga kesehatan jantung.