Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik terkait intensitas kunjungan luar negerinya. Ia menegaskan bahwa perjalanan tersebut bukan sekadar agenda biasa, melainkan bagian dari upaya strategis untuk mengamankan kepentingan nasional, khususnya di sektor energi.
Dalam Rapat Kerja bersama Kabinet Merah Putih, Prabowo menyampaikan bahwa langkahnya melakukan kunjungan ke berbagai negara dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan minyak di tengah situasi global yang tidak menentu.
Ia mencontohkan kunjungannya ke Jepang pada akhir Maret lalu, yang disebutnya berhasil memperoleh komitmen dukungan dalam peningkatan produksi energi di Indonesia.
Tak berhenti di situ, Prabowo juga mengungkapkan rencananya untuk kembali melakukan lawatan ke negara lain dalam waktu dekat dengan tujuan serupa. Bahkan, tim pendahulu telah lebih dulu diberangkatkan untuk mempersiapkan kunjungan tersebut.
Menurutnya, setiap perjalanan luar negeri yang dilakukan memiliki target konkret dan berorientasi pada hasil yang menguntungkan bagi Indonesia.
Prabowo juga menegaskan keyakinannya terhadap kondisi Indonesia di tengah tantangan global. Ia menolak anggapan bahwa Indonesia berada dalam situasi sulit, dan justru melihat peluang bagi negara untuk tetap tumbuh.
Dalam kunjungannya ke Jepang, sejumlah langkah strategis turut dihasilkan, terutama dalam percepatan investasi di sektor energi dan hilirisasi. Salah satu fokus utama adalah pengembangan proyek gas abadi Blok Masela.
Dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, Prabowo menyambut baik keterlibatan Inpex Corporation dalam proyek tersebut. Ia berharap proyek Blok Masela dapat segera terealisasi setelah mengalami penundaan cukup lama.
Kerja sama ini nantinya akan dijalankan bersama PT Pertamina (Persero) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.