Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, enggan membandingkan dua sosok pelatih yang pernah menanganinya, yaitu Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Meski keduanya memiliki metode kepelatihan yang berbeda, Verdonk menilai bahwa baik Shin maupun Kluivert adalah pelatih yang baik dan memiliki visi masing-masing. Hal ini disampaikannya di Jakarta, Sabtu (22/3/2025).
“Saya tak mau bicara dan mengomentari soal beda metode kepelatihan keduanya. Intinya, saya rasa mereka berdua adalah pelatih yang baik,” kata Verdonk. Dia menambahkan, “Tentu saja, mereka (Shin dan Kluivert) bukan orang yang sama. Patrick dan Shin punya visi mereka masing-masing, tetapi sekarang kita sedang berjuang bersama Patrick.”
Perbedaan Visi dan Pendekatan
Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan, telah melatih Timnas Indonesia sejak 2020 dan berhasil membawa tim meraih sejumlah prestasi, termasuk lolos ke Piala Asia 2023. Shin dikenal dengan pendekatannya yang disiplin dan fokus pada pembinaan pemain muda. Sementara itu, Patrick Kluivert, legenda sepak bola asal Belanda, baru saja mengambil alih posisi pelatih Timnas Indonesia pada awal 2025. Kluivert membawa pengalaman besar sebagai mantan pemain top dunia dan pelatih dengan gaya ofensif yang menekankan kreativitas.
Verdonk mengaku senang bisa dilatih oleh kedua pelatih tersebut. Namun, saat ini fokusnya adalah bekerja sama dengan Kluivert untuk memajukan Timnas Indonesia. “Senang dilatih dia (Kluivert). Dia adalah sosok yang besar di sepak bola dunia. Dia baru melatih kami satu laga, tetapi saya jamin masa depan Timnas cerah bersama Patrick,” ujar Verdonk.
Optimisme Verdonk di Bawah Asuhan Kluivert
Verdonk menyampaikan optimisme tinggi terhadap masa depan Timnas Indonesia di bawah asuhan Kluivert. Menurutnya, pengalaman dan kualitas yang dimiliki Kluivert akan membawa dampak positif bagi perkembangan tim. “Patrick memiliki visi yang jelas dan pengalaman yang luar biasa. Saya yakin dia bisa membawa Timnas ke level yang lebih tinggi,” kata Verdonk.
Meski baru satu pertandingan melatih Timnas Indonesia, Kluivert sudah menunjukkan pendekatan yang berbeda. Dia lebih menekankan pada permainan menyerang dan memberikan kebebasan kepada pemain untuk mengekspresikan kemampuan mereka. Hal ini terlihat dalam laga uji coba terakhir Timnas Indonesia, di mana tim tampil lebih agresif dan kreatif.
Dukungan dari Pemain Lain
Tak hanya Verdonk, pemain lain seperti Sandy Walsh dan Marc Klok juga menyambut positif kedatangan Kluivert. Mereka percaya bahwa pelatih baru ini bisa membawa angin segar bagi Timnas Indonesia. “Patrick adalah legenda sepak bola. Dia tahu apa yang dibutuhkan untuk membawa tim sukses. Kami semua siap bekerja keras untuknya,” kata Sandy Walsh.
Marc Klok menambahkan, “Dia (Kluivert) membawa energi positif dan semangat baru. Kami merasa termotivasi untuk memberikan yang terbaik.”
Tantangan ke Depan
Meski optimisme tinggi mengiringi kedatangan Kluivert, tantangan ke depan tidaklah mudah. Timnas Indonesia harus bersaing dengan tim-tim kuat di kawasan Asia, terutama dalam persiapan menuju Kualifikasi Piala Dunia 2026. Selain itu, Kluivert juga perlu waktu untuk memahami karakter pemain dan menyusun strategi yang tepat.
Namun, Verdonk yakin bahwa dengan kerja keras dan komitmen dari seluruh pemain, Timnas Indonesia bisa mencapai target yang diinginkan. “Kami punya potensi besar. Dengan bimbingan Patrick, saya yakin kami bisa membuat sejarah,” ujarnya.
Calvin Verdonk menolak membandingkan Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, namun mengakui bahwa keduanya adalah pelatih berkualitas dengan visi masing-masing. Di bawah asuhan Kluivert, Verdonk yakin masa depan Timnas Indonesia akan cerah. Dukungan dari pemain lain dan optimisme yang tinggi menjadi modal penting bagi Timnas untuk meraih prestasi di kancah internasional. Dengan kerja keras dan strategi yang tepat, Timnas Indonesia siap menghadapi tantangan ke depan.