Beranda NEWS Korban Jiwa di Gaza Terus Bertambah, Angka Tewas Capai Lebih dari 50.000 Orang
NEWS

Korban Jiwa di Gaza Terus Bertambah, Angka Tewas Capai Lebih dari 50.000 Orang

Anak-Anak Gaza di Reruntuhan Akibat Penjajahan Zionist. (foto:googlepics)
Anak-Anak Gaza di Reruntuhan Akibat Penjajahan Zionist. (foto:googlepics)
Bagikan

Konflik di Gaza terus memakan korban jiwa dalam jumlah yang mengkhawatirkan. Menurut laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza, hingga Minggu (23/3), sedikitnya 50.021 orang tewas dan 113.274 lainnya terluka sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023. Angka ini terus bertambah seiring dengan intensitas serangan Israel yang kembali meningkat setelah gagalnya gencatan senjata pada 19 Januari 2024. Dalam sepekan terakhir saja, serangan Israel telah menewaskan 673 orang.

Studi The Lancet: Angka Korban Tewas Mungkin 40 Persen Lebih Tinggi

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal medis ternama, The Lancet, memperkirakan bahwa jumlah korban tewas di Gaza sebenarnya 40 persen lebih tinggi dari angka resmi yang dilaporkan. Studi ini menyoroti bahwa banyak korban yang belum terdata akibat hancurnya infrastruktur kesehatan dan kesulitan akses ke daerah-daerah yang terdampak parah. Selain itu, banyak jenazah yang masih terkubur di bawah reruntuhan bangunan, sehingga tidak terhitung dalam laporan resmi.

Gagalnya Gencatan Senjata dan Eskalasi Kekerasan

Gencatan senjata yang sempat diupayakan pada Januari 2024 gagal bertahan lama. Setelah gencatan senjata tersebut berakhir, Israel kembali melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza. Serangan udara dan artileri telah menghancurkan ribuan rumah, fasilitas kesehatan, sekolah, dan infrastruktur vital lainnya. Banyak warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan, menjadi korban dalam serangan ini.

Menurut laporan PBB, lebih dari 70 persen korban tewas adalah warga sipil, termasuk 15.000 anak-anak. Situasi ini semakin diperparah dengan blokade yang diberlakukan Israel, yang membatasi pasokan makanan, air bersih, obat-obatan, dan bahan bakar ke Gaza. Akibatnya, krisis kemanusiaan di Gaza semakin mendalam.

Dampak Krisis Kemanusiaan yang Parah

Krisis kemanusiaan di Gaza telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa sistem kesehatan di Gaza berada di ambang kehancuran. Banyak rumah sakit tidak dapat beroperasi secara maksimal akibat kekurangan listrik, obat-obatan, dan tenaga medis. Selain itu, warga Gaza juga menghadapi ancaman kelaparan dan penyakit akibat sanitasi yang buruk serta kurangnya akses ke air bersih.

UNICEF melaporkan bahwa lebih dari 1,5 juta orang di Gaza membutuhkan bantuan kemanusiaan segera. Banyak keluarga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang tidak layak, seperti sekolah-sekolah yang dijadikan tempat penampungan sementara. Namun, tempat-tempat ini juga tidak aman dari serangan.

Respons Internasional dan Upaya Mediasi

Komunitas internasional terus mendesak diadakannya gencatan senjata yang berkelanjutan dan solusi damai untuk mengakhiri konflik ini. PBB, Uni Eropa, dan beberapa negara telah menyerukan agar kedua pihak menghentikan kekerasan dan memulai dialog. Namun, upaya mediasi yang dilakukan oleh negara-negara mediator, seperti Mesir dan Qatar, belum membuahkan hasil yang signifikan.

Amerika Serikat, sebagai sekutu utama Israel, juga telah mendesak agar Israel mengurangi intensitas serangan dan mempertimbangkan dampak kemanusiaan. Namun, kritik terhadap AS juga terus mengemuka karena dianggap tidak memberikan tekanan yang cukup kepada Israel untuk menghentikan serangan.

Masa Depan Gaza yang Suram

Dengan terus berlanjutnya konflik, masa depan Gaza semakin suram. Rekonstruksi infrastruktur yang hancur membutuhkan waktu dan biaya yang sangat besar. Selain itu, trauma psikologis yang dialami oleh warga Gaza, terutama anak-anak, akan membutuhkan waktu lama untuk pulih.

Banyak ahli menyatakan bahwa tanpa solusi politik yang komprehensif, konflik ini akan terus berulang. Mereka menyerukan agar komunitas internasional tidak hanya fokus pada bantuan kemanusiaan, tetapi juga mendorong proses perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Konflik di Gaza telah menimbulkan korban jiwa dan penderitaan yang luar biasa bagi warga sipil. Dengan lebih dari 50.000 orang tewas dan ratusan ribu lainnya terluka, krisis kemanusiaan di Gaza semakin mendesak untuk segera diatasi. Studi dari The Lancet menunjukkan bahwa angka korban tewas mungkin jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan, menegaskan betapa parahnya situasi di lapangan.

Komunitas internasional harus mengambil langkah tegas untuk menghentikan kekerasan dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat mencapai mereka yang membutuhkan. Tanpa upaya serius untuk mencapai perdamaian, masa depan Gaza dan warganya akan tetap suram. 🌍✊

Bagikan
Berita Terkait

Kenaikan Gaji Petugas Damkar Jakarta: Apresiasi untuk Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan kabar gembira bagi petugas pemadam kebakaran (damkar)...

Sutradara Palestina Pemenang Oscar Dibebaskan Setelah Ditahan dan Disiksa oleh Tentara Israel

Hamdan Ballal, salah satu sutradara film dokumenter pemenang Oscar No Other Land,...

Kebakaran Hutan Terparah dalam Sejarah Korea Selatan Tewaskan 18 Orang dan Hanguskan Ribuan Hektar

Korea Selatan sedang berduka akibat kebakaran hutan besar yang melanda wilayah selatan...

Saudi Siapkan Ambulans Udara Darurat di Masjidil Haram untuk Musim Haji dan Umrah

Otoritas Bulan Sabit Merah Arab Saudi (Saudi Red Crescent Authority/SRCA) — organisasi...