Beranda NEWS Pemerintah Gandeng New Media sebagai Mitra, Sejumlah Kreator Digital Bantah Terlibat
NEWS

Pemerintah Gandeng New Media sebagai Mitra, Sejumlah Kreator Digital Bantah Terlibat

Pemerintah Gandeng New Media sebagai Mitra (via KOMPAS.com).
Pemerintah Gandeng New Media sebagai Mitra (via KOMPAS.com).
Bagikan

Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, M Qodari, mengungkapkan bahwa pihaknya kini menjalin kerja sama dengan sejumlah kanal digital yang sebelumnya dikenal sebagai “homeless media”.

Dalam konferensi pers di Jakarta pada 6 Mei 2026, Qodari menjelaskan bahwa kelompok tersebut kini bertransformasi menjadi “new media” dan tergabung dalam forum bernama Indonesia New Media Forum (INMF).

Sejumlah Media Digital Disebut Jadi Mitra

Beberapa platform digital yang disebut sebagai bagian dari kolaborasi tersebut antara lain Folkative, Dagelan, Indozone, Indomusicgram, USS Feed, hingga Bapak-Bapak ID dan Narasi.

Selain itu, ada pula berbagai kanal kreatif lain seperti Ngomongin Uang, CXO Media, Kok Bisa?, GNFI, dan beberapa komunitas media digital lainnya.

Menurut Qodari, kolaborasi ini dilakukan agar komunikasi pemerintah dapat menjangkau masyarakat lebih luas melalui kanal digital yang kini menjadi bagian penting dari kehidupan publik.

Pemerintah Ingin Perluas Jangkauan Informasi

Qodari menyebut kerja sama dengan media digital dianggap penting karena pola komunikasi masyarakat terus berubah seiring perkembangan teknologi.

Pemerintah dinilai perlu memanfaatkan platform digital agar penyampaian informasi tidak hanya bergantung pada media konvensional, tetapi juga mampu menjangkau audiens yang aktif di media sosial dan platform kreatif.

Ia juga menilai pendekatan melalui “silaturahmi” dengan para kreator digital dapat membuka ruang dialog dan pertukaran masukan secara lebih baik.

Sejumlah Media Membantah

Meski demikian, beberapa media digital yang disebut dalam daftar tersebut langsung membantah keterlibatan mereka dengan Bakom maupun INMF.

Founder Bapak-Bapak ID, James Jan Markus, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menghadiri acara maupun menjalin afiliasi dengan Bakom RI.

Ia juga meminta agar nama Bapak-Bapak ID dihapus dari pemberitaan yang menyebut mereka sebagai mitra pemerintah.

Narasi dan Ngomongin Uang Juga Klarifikasi

Narasi turut mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun media sosialnya. Mereka menegaskan tidak tergabung dalam Indonesia New Media Forum dan tidak mengetahui adanya kegiatan bersama Bakom pada 6 Mei 2026.

Narasi juga menekankan bahwa mereka merupakan media yang telah terdaftar dan terverifikasi oleh Dewan Pers serta menjalankan operasional sesuai kode etik jurnalistik.

Sementara itu, akun Ngomongin Uang juga menyatakan tidak pernah menerima undangan ataupun melakukan komunikasi dengan Bakom RI, baik secara langsung maupun digital.

Polemik di Ruang Digital

Polemik ini memunculkan perdebatan mengenai hubungan antara pemerintah dan media digital independen. Di satu sisi, pemerintah ingin memperluas komunikasi publik melalui kanal digital modern, namun di sisi lain sejumlah kreator dan media menegaskan pentingnya menjaga independensi dan posisi non-afiliasi mereka.

Isu ini juga menyoroti semakin besarnya pengaruh media digital dalam membentuk opini publik di era komunikasi modern.

Bagikan
Berita Terkait

Kecelakaan Bus ALS dan Truk Tangki BBM di Sumsel Tewaskan 16 Orang

Jakarta – Kecelakaan tragis melibatkan bus ALS dan truk tangki bahan bakar...

Kontroversi Video Amien Rais, Komdigi Tegaskan Bermuatan Hoaks dan Fitnah

Jakarta – Pernyataan Amien Rais menjadi sorotan publik setelah video yang diunggah...

May Day 2026 di Monas: Ribuan Buruh Terima Paket Sembako dari Istana Presiden

Jakarta – Ribuan buruh yang mengikuti peringatan Hari Buruh Internasional (May Day)...

Aksi May Day 2026 Dipindah ke Monas, Ini Alasannya!

Jakarta – Rencana aksi buruh pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day)...