PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk. telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menghasilkan keputusan penting: penunjukan Hery Gunardi sebagai Direktur Utama baru, menggantikan Sunarso yang telah menyelesaikan masa jabatannya. Hery, yang sebelumnya sukses memimpin Bank Syariah Indonesia (BSI) sejak 2021 dan berhasil mengantarkan BSI menjadi bank syariah terbesar di Indonesia, menyatakan kesiapan untuk melanjutkan visi BRI dalam mendukung perekonomian nasional.
Latar belakang Hery Gunardi di dunia perbankan nasional terbilang sangat kuat. Sebelum memimpin BSI, ia memiliki rekam jejak panjang di Bank Mandiri, di mana ia terlibat dalam berbagai proyek strategis, termasuk proses merger awal pembentukan Bank Mandiri, pendirian AXA Mandiri, serta pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama Mandiri pada 2020. Pengalamannya dalam transformasi perbankan syariah dan konvensional dinilai menjadi nilai tambah bagi BRI untuk terus berkembang di tengah tantangan industri keuangan yang semakin dinamis.
Dalam pernyataannya, Hery mengungkapkan komitmennya untuk melanjutkan kinerja positif BRI, termasuk penguatan layanan perbankan digital, perluasan akses keuangan UMKM, serta optimalisasi peran BRI dalam mendukung program-program strategis pemerintah. Dengan pengalaman lintas sektor perbankan yang dimilikinya, kepemimpinan Hery di BRI diprediksi akan membawa terobosan baru sekaligus menjaga konsistensi bank plat merah tersebut sebagai salah satu pilar perekonomian Indonesia.
Pergantian kepemimpinan ini pun mendapat respons positif dari analis keuangan, yang menilai BRI memilih figur tepat mengingat track record Hery dalam membawa pertumbuhan bisnis, baik di bank syariah maupun konvensional. Tantangan ke depan adalah bagaimana ia dapat mempertahankan momentum kinerja BRI di tengah persaingan industri perbankan dan ketidakpastian ekonomi global.