Beranda BISNIS Target APBN Nol Defisit, Ekonom Ingatkan Risiko bagi Danantara
BISNIS

Target APBN Nol Defisit, Ekonom Ingatkan Risiko bagi Danantara

Target APBN Nol Defisit, Ekonom Ingatkan Risiko bagi Danantara.
Target APBN Nol Defisit, Ekonom Ingatkan Risiko bagi Danantara.
Bagikan

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa mencapai titik nol defisit pada 2027 atau 2028. Menurutnya, efisiensi anggaran yang konsisten akan memungkinkan Indonesia memiliki APBN seimbang tanpa defisit.

“Cita-cita saya suatu saat, entah 2027 atau 2028, saya ingin berdiri di hadapan majelis ini menyampaikan bahwa APBN kita berhasil tanpa defisit sama sekali,” ujar Prabowo dalam Nota Keuangan di DPR, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Ia menambahkan, sekitar 5% dari aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seharusnya dapat dikontribusikan ke negara untuk menutup defisit. Dengan aset BUMN yang kini dikelola BPI Danantara mencapai lebih dari 1 triliun dolar AS, kontribusi tersebut setara Rp 810 triliun. “Kalau BUMN bisa menyumbang minimal 50 miliar dolar AS, APBN kita tidak defisit,” kata Prabowo.

Prabowo juga menyoroti pembenahan tata kelola BUMN, mulai dari memangkas jumlah komisaris hingga menghapus tantiem. Menurutnya, langkah ini untuk memastikan pengelolaan lebih efisien.

Namun, peneliti CSIS Riandy Laksono menilai, APBN tanpa defisit bukanlah suatu keharusan selama fiskal dikelola dengan baik dan berkelanjutan. “Balance budget tidak mutlak diperlukan. Yang penting pengelolaan fiskalnya tetap sustainable,” ujarnya dalam diskusi CSIS, Selasa (19/8/2025).

Ia mengingatkan risiko jika target nol defisit terlalu dipaksakan, apalagi bila sumber dana utama berasal dari Danantara. Pasalnya, sebagian besar aset Danantara berupa dana pihak ketiga (DPK) di bank BUMN, yang tidak semuanya produktif. “Kalau Danantara dipaksa mengucurkan hingga Rp 700 triliun, apa mungkin?” tanyanya.

Menurut Riandy, lebih baik Danantara mengarahkan asetnya untuk investasi pada sektor yang mengalami market failure, bukan sektor yang sudah dikuasai swasta, agar tidak menimbulkan crowding out atau terdesaknya peran swasta akibat intervensi pemerintah.

Bagikan
Berita Terkait

10 Saham yang Berpotensi Diuntungkan Saat Rupiah Melemah terhadap Dolar AS

Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sering kali...

Eks Dirut BRI Ventures Nicko Widjaja Surati Presiden Prabowo Usai Divonis dalam Kasus Investasi TaniHub

Jakarta – Mantan Direktur Utama BRI Ventures, Nicko Widjaja, menyampaikan surat terbuka kepada...

Seskab Teddy Ungkap Tiga Alasan Kenaikan Harga Pertamax, Sebut Dipengaruhi Harga Minyak Dunia

Jakarta – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan alasan di balik kenaikan harga bahan...

Pelemahan Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS, Akademisi Soroti Pentingnya Komunikasi Pemerintah

Jakarta – Melemahnya nilai tukar rupiah hingga menembus kisaran Rp18.000 per dolar Amerika...